Ini Beda Decal Dengan Stiker Scotlite Biasa

Ini Beda Decal Dengan Stiker Scotlite Biasa, Mengikuti perkembangan dunia modifikasi otomotif niscaya nggak absurd dengan istilah decal. Decal sendiri merupakan seni modifikasi tampilan luar motor maupun mobil, dengan stiker khusus. Decal berbeda dengan stiker biasa (scotlite) yang dijajakan bengkel pinggir jalan. Perbedaan dapat dilihat dari jenis materi yang digunakan dan proses pemasangannya.

Ini Beda Decal Dengan Stiker Scotlite Biasa


"Iya, yang membedakan scotlite dengan decal yaitu dari materi dan prosesnya," ujar Reynalto Priyan dari Rey Decal, 

Menurut laki-laki yang dekat disapa Rey, metode pemasangan scotlite biasanya memakai materi sticker impor dari China.

"Dia modelnya sticker ditempel dulu di bodi motor, terus gres di-cutting," terperinci Rey. Karena eksklusif dipola di bodi, risiko baret lebih besar alasannya yaitu proses cutting tersebut. Selain itu, untuk merekatkan stiker ke bodi, biasanya pakai korek api, meskipun beberapa jasa pemasangan scotlite ketika ini sudah ada yang pakai hair drayer.

Sementara untuk decal prosesnya sedikit lebih canggih alasannya yaitu mengandalkan teknologi digital. "Kalau decal kan pakai stiker dasar warna putih. Terus desainnya dipola di komputer. Setelah desain jadi, kemudian dicetak ke stiker putih itu pakai mesin print, dan di-print dengan desain yang sudah kita bikin di komputer. Kaprikornus tinggal tempel aja ke bodi motor pakai heat gun. Lebih simpel dan rapi," lanjut laki-laki yang sudah menggeluti bisnis decal kendaraan semenjak lima tahun kemudian itu.

Decal sendiri dibagi menjadi dua jenis berdasarkan bahannya. "Untuk decal print biasa itu pakai materi Vinyl merek 3M. Sedangkan untuk materi stiker yang berwarna krom dan satin, itu pakai buatan Taiwan. Proses pemasangannya sama, konsep didesain di komputer, kemudian di-print di stiker. Dan tinggal ditempel di bodi atau tangki motor," terperinci Rey lagi.

Untuk perbedaan kualitas antara decal dengan scotlite, berdasarkan Rey, semua tergantung harganya. "Semakin mahal harga stiker, tentunya semakin bagus. Stiker yang bahannya manis nggak mudah meninggalkan bekas lem, selain itu bahannya niscaya elastis banget," pungkas Rey.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel