Info Terbaru

Abang Ojek Online Ini Tidak Oke Motor Masuk Tol

Ketua dewan perwakilan rakyat RI Bambang Soesatyo mengusulkan supaya sepeda motor diberikan jalur khusus bebas hambatan menyerupai di Suramadu dan Bali. Ide yang dilontarkan Bamsoet menyebabkan reaksi yang berbeda-beda. Salah satunya tidak sependapat dengan wangsit Bamsoet. Berbagai macam alasan menolak dilontarkan, salah satunya yaitu masih lemahnya disiplin berkendara pengendara motor dalam berlalu lintas.

Abang Ojek Online Ini Tidak Oke Motor Masuk Tol


"Wah saya nggak oke bang, niscaya pada main kebut-kebutan kalau di jalan tol, kalau dipisah pun tetap nggak oke alasannya yaitu motor kan saya pikir kendaraan yang bikin nggak beres," ujar Imam selaku driver ojek online Grab.

Lebih lanjut John, warga sipil asal Depok ini menyuarakan bahwa dirinya tidak merasa oke apabila kendaraan roda dua masuk ke dalam tol.

Selain kondisi jalan protokol yang sudah begitu padat, menurutnya hal serupa juga bakal terjadi di jalan bebas kendala apabila pembangunan infrastruktur tidak berjalan dengan baik, contohnya dengan mengambil pundak kiri jalan tol untuk pengendara sepeda motor.


"Menurut saya motor masuk ke jalan tol bahaya untuk di Indonesia, dari hitungannya dari segi jumlah kapasitas kendaraan masuk tol sudah banyak," ujar John.

"Udah gitu kesadaran dari Pengendara motor tersebut itu pun terkadang masih rendah, apalagi nanti kalau masuk tol, yang ada malah sanggup menambah ancaman terutama bagi keselamatan sendiri," ucap John.

Memang kalau mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2009 Tahun 2009 pasal 1a disebutkan kalau jalan tol sanggup dilengkapi jalur khusus untuk kendaraan bermotor roda dua. Dengan catatan, jalur harus terpisah secara fisik dengan jalur kendaraan roda empat atau lebih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel