Komando! Vespa Tempur Ala Kendaraan Perang

Motor Vespa Dirombak Makara Kendaraan Militer. Foto: Dok. Bagas RoffiyantoMotor Vespa Dirombak Makara Kendaraan Militer. Foto: Dok. Bagas Roffiyanto

Jakarta - Bagas Roffiyanto, laki-laki asal Cilegon, Banten, punya tunggangan istimewa, yaitu Vespa Strada lansiran tahun 1986. Vespa ini punya aura kendaraan tempur yang siap ditunggangi prajurit.

Bagas sengaja menentukan konsep kendaraan taktis, alasannya ialah terinspirasi dari ayahnya yang berprofesi sebagai tentara.

"Basic-nya Vespa Strada 1986, terinspirasinya dulu dari Bapak yang berprofesi sebagai tentara, berhubung aku nggak masuk tentara jadi aku bikin motor tentara aja gitu," ungkap Bagas kepada detikOto belum usang ini.



Tak tanggung-tanggung, Bagas merombak total tampilan Vespa miliknya di bengkel sendiri yang dibantu bersama teman-temannya dalam kurun waktu 5 bulan. Untuk menambah kesan militer, ia menambahkan embel-embel pilihan dari replika senjata sampai kotak penyimpanan peluru.

Komando! Vespa Tempur ala Kendaraan PerangFoto: Dok. Bagas Roffiyanto


"Tabung yang belakang di atas mesin itu tabung bensin Vespa-nya, yang di depan itu senapan replika dari senjata M-16, yang dibelakang embel-embel kotak peluru fungsinya untuk naruh kunci-kunci, sama senjata di sebelah kiri itu Bazooka, dan yang di tengah itu dirigen Jeep Willy," ungkap Bagas.

Sebagai anak motor yang hobi jalan-jalan, uniknya Vespa tempur berukuran panjang 3,5 meter dan lebar 1,2 meter ini punya dua mesin yang siap dipakai kapan pun. Total, Bagas menghabiskan biaya perombakan Rp 15 Juta.



"Mesin yang di depan Bajaj tahun 1975 sebagai cadangan dikala emergency, waktu dibawa ke hutan jikalau nggak ada yang sanggup bantu, tinggal kita pindahin aja," ungkap Bagas.

Motor Vespa dengan jumlah sembilan roda asal Cilegon ini tetap sanggup melaju mulus. Terlebih alasannya ialah tampilannya yang unik, motor ini menyita perhatian dari warga sampai tentara sekalipun.

Komando! Vespa Tempur ala Kendaraan PerangFoto: Dok. Bagas Roffiyanto


"Alhamdulillah setiap aku ketemu anggota tentara mereka pada support, mereka juga pada bahagia dengan bentuknya juga, warga juga konkret melihatnya udah nggak kehitung-lah (foto bareng Vespanya)," ungkap Bagas.



Tak hanya mendapat perhatian, Vespa Komando besutan Bagas ini juga sempat menorehkan prestasi di kontes modifikasi. "Kemarin juga Alhamdulillah sanggup juara ketiga dari dari 40 penerima waktu ikut kontes program Vespa di Tangerang, kategorinya ekstrem," ungkap Bagas.

Terlebih, Bagas punya niat lain di balik Vespa tempurnya, yakni mengembalikan nama Vespa yang mempunyai desain unik dan menarik.

"Tujuannya kebetulan selain aku mengagumi profesi tentara, kemudian aku ingin memperbaiki gambaran Vespa, di Indonesia ini kan banyak modifikasi Vespa dengan sampah-sampah itu kan sudah termasuk melanggar kemudian lintas, dan bikin bingung warga juga, aku ingin menunjukan jikalau anak Vespa nggak semuanya ibarat itu," pungkas Bagas.



Simak juga video 'Gaung 'Ekstremis Vespa' dan Seribu Gayanya':

[Gambas:Video 20detik]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel