Selamat Tinggal Pedoman Modif Ban Nempel Spakbor

Membicarakan dunia otomotif, kurang lengkap kalau belum membahas mengenai pedoman modifikasi. Khususnya mobil, setiap tahunnya tren modifikasi terus berubah. Untuk tahun 2019 ini, berdasarkan founder National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) Andre Mulyadi, tren modifikasi kurang lebih sama menyerupai tren tahun lalu.

Selamat Tinggal Pedoman Modif Ban Nempel Spakbor


"Sebenarnya hampir sama menyerupai 2018, secara style hampir menyerupai lah. Yang ramai sih stance itu sudah niscaya ramai. Yang mulai ditinggalin tuh biasanya style yang ekstrem. Karena kini orang tuh fokusnya kendaraan beroda empat dapat dipakai untuk harian dan dapat dipakai untuk nongkrong. Makara mereka akan memodifikasi kendaraan beroda empat yang nggak terlalu berat," ujar Andre di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 

Dijelaskan modifikator Kiki Anugraha, tren modifikasi 'ban nempel spakbor' atau biasa disebut lip to fender ketika ini mulai ditinggalkan.

"Kemarin banyak yang lip to fender. Makara bannya narik dan ngejepit ban antara pelek dan fender. Sekarang mulai banyak tren yang ninggalin nih," ujar Kiki.

Trennya modifikasi yang kemungkinan bakal ramai di 2019 ini berdasarkan Kiki kurang lebih sama. Bedanya, kendaraan beroda empat akan dibentuk lebih ceper lagi.

"Mungkin masih banyak pemilik yang bikin ban mobilnya nyentuh fender, tapi ground clearance- nya juga dibikin rata dengan tanah tuh. Mungkin itu yang lagi banyak diminati alasannya orang udah mulai jenuh lip to fender," terang Kiki.

Selain itu modifikasi beraliran widebody, over fender juga dikatakan masih ramai, kemudian ada juga modifikator yang masih meramaikan aplikasi air suspension.

"Untuk pilihan warna, masih lebih banyak ke solid pilihannya, kalau kita lihat warna biru itu kini lagi ramai, kalau tahun tahun kemarin kan masih abu-abu lagi ramai. Sekarang ini lebih banyak ke warna biru atau hijau. Terus dari pelek lebih banyak yg model melintir," pungkas Kiki.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel