Rencana Tol Untuk Motor, 11 Km Di Medan Dan 14 Km Di Bandung

Wacana tol untuk sepeda motor yang disuarakan oleh Ketua dewan perwakilan rakyat Bambang Soesatyo (Bamsoet) disambut oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). CMNP berencana membangun jalur khusus sepeda motor di jalan tol.  Rencananya, CMNP memang ingin menciptakan tol dengan jalur khusus sepeda motor di Bandung dan Medan. CEO CMNP, Tito Sulistio mengonfirmasi bahwa rencananya CMNP akan membantun tol untuk motor tahun ini.

Rencana Tol Untuk Motor, 11 Km Di Medan Dan 14 Km Di Bandung


"(Mulai dibangun tahun ini-Red) Jika semuanya persyaratan termasuk consession agreement (perjanjian konsesi-Red) selesai. Bandung diperlukan Meret ground breaking. Medan perintah Pak Gubernur 28 Juli ia pengin mulai," kata Tito kepada detikOto melalui pesan singkat, Jumat (8/2/2019).

Dalam pernyataannya disebutkan, tentang ini dipaparkan Tito dalam pertemuan di DPR, Kamis (7/2/2019) kemarin. Tito berdasarkan Bamsoet, dalam pertemuan tersebut memaparkan planning jalan tol yang akan dibuka CMNP Group dalam waktu bersahabat ini.

Maret 2019 direncanakan akan dimulai pembangunan tol untuk motor di Bandung. Di sana, tol untuk motor akan membentang sepanjang 14 km dari Pasir Koja ke Pasopati.

Selanjutnya sekitar Juli 2019 akan dimulai pembangunan tol untuk motor di Medan. Di sana, jalur motor membentang di tol dalam kota sepanjang 11 km di kota Medan menyusuri talud sungai Deli dari Maimoon hingga ke Binjai.


Bamsoet mengatakan, adanya tol untuk sepeda motor ini memperlihatkan keadilan. Jalur khusus bagi kendaraan bermotor roda di jalan tol, terang memperlihatkan asas keadilan bagi semua warga yang belum beruntung mempunyai moda transportasi roda empat atau kendaraan beroda empat untuk menikmati jalan tol.

Dari sisi keselamatan, kata Bamsoet, juga sudah terbukti di Bali. Dengan memperlihatkan jalur khusus motor roda dua itu, ternyata sanggup menekan angka kecelakaan kemudian lintas kendaraan secara signifikan.

Selain itu, kata Bamsoet mengutip pernyataan Tito. Bahwa secara bisnis membangun jalur khusus untuk motor tidak akan rugi. Namun justru akan memperlihatkan pelengkap pendapatan bagi pengelola jalan tol itu sendiri.

"Biaya untuk membangun ruas jalan tol untuk kendaraan beroda empat 2-2-1 kanan kiri per-kilometer di atas tanah datar kurang lebih Rp 80-Rp 100 miliar per kilometer. Sedangkan biaya pembangunan untuk jalur khusus motor dengan lebar 2,5 meter plus 1 meter untuk pundak jalan kanan kiri kurang lebih Rp 30-Rp 50 miliar per kilometer. 

Jika mengacu tarif tol Bali Mandara untuk kendaraan beroda empat Gol I Rp 11.500 dan untuk motor Rp 4.500, masih feasible (memungkinkan). Apalagi mengingat volume pengguna motor populasinya sangat besar," terang Bamsoet.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel