Daripada Motor Masuk Tol, Mending Perketat Sim Khusus Moge

Ketua dewan perwakilan rakyat RI Bambang Soesatyo mengusulkan kepada pemerintah supaya motor dapat masuk jalan tol. Usul ini pun ditanggapi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang menyampaikan sedang melaksanakan pembahasan mengenai itu bersama Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).


Daripada Motor Masuk Tol, Mending Perketat Sim Khusus Moge


Meski kebijakan motor masuk jalan tol ini masih sekadar usulan, komunitas KOCI (KTM Owners Community Indonesia) memandang, pemerintah Indonesia belum perlu menerapkan kebijakan motor masuk tol dalam waktu bersahabat ini juga. 

"Kalau berdasarkan pandangan kami, kini lihat saja lah tingkat kesadaran berlalu lintas masyarakat kita, masih sangat kurang. Kaprikornus mendingan motor nggak boleh masuk tol dulu deh," kata Ketua Umun KOCI Alfriandy, ditemui di Kalimalang, .

Selain kesadaran dan tingkat safety berkendara pemotor Indonesia yang masih rendah, berdasarkan Alfriandy pemerintah Indonesia lebih baik fokus memperketat regulasi Surat Izin Mengemudi (SIM) lebih dahulu.


"Jika kebijakan ini benar diberlakukan, harusnya yang boleh masuk tol kan motor 250 cc ke atas. Kalau di bawah 250 cc, nanti nggak dapat sekencang kendaraan beroda empat kecepatannya, dan praktis limbung lantaran bobot yang ringan," lanjut Alfri.

Oleh lantaran itu, Alfri mengusulkan biar pemerintah memperketat regulasi pembuatan SIM khusus motor 250 cc ke atas.

"Sebab ini bakal paralel dengan pembuatan SIM berdasarkan kapasitas cc. Karena cc 250 ke atas yang saya tahu nanti harus pakai SIM C1. Terus 1.000 ke atas C2. Harusnya nanti regulasinya diperketat lagi," pungkas Alfri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel