Widget HTML Atas

Cara Perawatan Mesin Diesel Yang Baik Dan Benar



Secara umum perawatan mesin diesel tidak jauh berbeda dengan perawatan mesin bensin. Yang dibutuhkan ialah penggantian pelumas atau oli mesin secara berkala. Begitu pula dengan filter-filternya, perlu giganti ketika melaksanakan servis besar. Sebagai patokan, umumnya pembuat kendaraan beroda empat menyarankan untuk mengganti filter oli dan solar setiap tiga kali ganti oli mesin. Bila dihitung dengan waktu sekitar tiga bulan atau setiap 7.500 km.

Hal yang berbeda antara mesin bensin dan diesel, saringan solar mesin diesel dihentikan hanya dibersihkan, tapi harus diganti.  Sistem materi bakar diesel jauh lebih peka dibandingkan mesin bensin. Kotoran halus yang masuk ke sisem materi bakar akan berakibat kerusakan yang cukup berarti. Ada satu saringan yang tidak dimiliki mesin bensin, yaitu pemisah air dan materi bakar atau water separator. Air merupakan materi yang sanggup merusak sistem materi bakar. Saringan ini harus dibersihkan secara rutin. Tidak tergantung waktu, bila sudah penuh eksklusif dibersihkan.

 Secara umum perawatan mesin diesel tidak jauh berbeda dengan perawatan mesin bensin Cara Perawatan Mesin Diesel Yang Baik Dan Benar
Water sedimenter ( water sparator )
Hal khusus lainnya, jangan biarkan solar hingga habis. Untuk menghidupkan mesin diesel yang kehabisan solar memerlukan keahlian khusus. Lebih jelek lagi, kotoran yang ada di dasar - dasar tangki akan terbawa masuk ke sistem materi bakar. Kotoran akan menyumbat dan mengganggu kerja pompa materi bakar. Mobil akan rewel dan kurang tenaga. Pada dasarnya, bila perawatan dilakukan dengan telaten, mesin akan infinit dan tidak rewel.

Proses pembakaran pada mesin diesel dibagi menjadi 4 periode. Bahan bakar diinjeksikan pada selesai langkah kompresi, dimana sebelumnya udara sudah diisap ke dalam ruang bakar. Perubahan tekanan yang terjadi dalam proses pembakaran ini mengakibatkan materi bakar terbakar dengan sendirinya. Proses pembakaran tersebut ialah periode waktu pembakaran tertunda, periode perambatan api, periode pembakaran langsung, dan periode pembakaran lanjut.

Komponen sistem injeksi materi bakar diesel yaitu fuel tank, pompa pengisi (feed pump), fuel filter, pompa injeksi, automatic timer, pneumatic governor, nozzle dan nozzle holder. Aliran materi bakar yang terjadi yaitu materi bakar dihisap dari tangki oleh pompa penyalur (feed pump), kemudian ke pompa injeksi melalui saringan. Selanjutnya pompa injeksi menyediakan materi bakar bertekanan ke nozzle injeksi melalui katup penyalur (delivery valve) dan pipa-pipa tekanan tinggi untuk dimasukkan ke ruang bakar melalui nozzle injeksi. Bahan bakar yang keluar dari nozzle injeksi melalui pipa kebocoran akan kembali ke tangki melalui pipa overflow.

Katup overflow yang dipasang di atas saringan materi bakar berfungsi menjaga biar tekanan materi bakar yang diberikan ke serambi pompa injeksi yaitu tekanan penyalur (feed pressure) tidak melebihi harga spesifikasi. Gangguan yang sering terjadi pada sistem injeksi materi bakar diesel mempunyai beberapa indikasi, yaitu mesin tidak sanggup dihidupkan, mesin sanggup dihidupkan tetapi kemudian mati, engine knock, engine exhaust berasap dan knocking, engine output tidak stabil, engine output terlalu kecil, mesin tidak mencapai putaran maksimum, putaran maksimum terlalu tinggi, engine idling tidak stabil.

Pemeriksaan yang harus dilakukan sebelum melaksanakan perbaikan terhadap gangguan yang terjadi yaitu investigasi jalan masuk materi bakar dari kemungkinan bocor, investigasi ketika penginjeksian, investigasi penyemprotan nozzle, investigasi pada feed pump untuk mengetahui tersendat tidaknya anutan materi bakar, investigasi gerakan control rack dalam rumah pompa, investigasi elemen pompa dari kemungkinan berkarat atau cacat, investigasi fuel filter dari kemungkinan adanya penyumbatan dan investigasi viskositas dan banyaknya minyak pelumas dalam tangki materi bakar.

Perbaikan yang sering dilakukan kalau terjadi gangguan pada sistem injeksi materi bakar yaitu air bleeding (mengeluarkan udara yang ada dalam pipa materi bakar), penyetelan valve opening pressure, pengetesan dan penyetelan nozzle, penyetelan injection timming, penyetelan injection rate pada injection pump untuk mengurangi atau menambah jumlah injeksi materi bakar ke dalam ruang bakar, dan penyetelan engine idling pada governor dengan memakai angle scale.