Widget HTML Atas

Efek Kenaikan Dolar Sudah Terasa Di New Honda Brio?

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar cukup terasa pada industri otomotif di Indonesia. Bila ditarik garis lurus dalam beberapa pekan, rupiah sudah berada di angka Rp 15 ribu. Hal itu cukup dirasakan bagi pelaku industri otomotif menyerupai PT Honda Prospect Motor (HPM), apalagi Honda gres melepas kendaraan beroda empat keluaran Honda Brio generasi terbaru di pasaran.

Efek Kenaikan Dolar Sudah Terasa Di New Honda Brio?



Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT HPM Jonfis Fandy ketika program "All New Honda Brio Handover Ceremony" di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan,

"Sampai ketika ini kita belum putusin sih, alasannya ialah Brio naik Rp 10 juta ini, kemarin kan kita bicara itu salah satu faktornya, walaupun tidak full ya, sudah kita pertimbangkan salah satunya," ungkap Jonfis.

Khusus segmen LCGC menurutnya penentuan harga jual Brio Satya mempunyai keterkaitan dengan regulasi pemerintahan menyerupai penggunaan komponen lokalnya 85 persen serta banyak sekali variabel perhitungan mulai dari biaya pengembangan gres (material cost), inflasi, dan nilai tukar rupiah.

Sementara itu generasi kedua dari Honda Brio ini ditawarkan dalam 5 varian, yang terdiri dari tipe Honda Brio Satya E M/T, Honda Brio Satya E CVT, Honda Brio RS M/T dan Honda Brio RS CVT.

Memang untuk diketahui harga jual dari Brio Satya S M/T lebih mahal sekitar Rp 6,5 juta dari versi sebelumnya. Sedangkan untuk model Brio Satya E M/T CVT harganya naik Rp 10 juta.