Aturan Belum Pasti, Toyota Masih Jualan Kendaraan Beroda Empat Hybrid Tanpa Insentif

Toyota Camry yang sudah mengusung tenaga hybrid. Foto: Ari SaputraToyota Camry yang sudah mengusung tenaga hybrid. Foto: Ari Saputra

Jakarta - Kendaraan bertenaga listrik sebentar lagi bakal diatur dalam Peraturan Presiden. Buat yang belum tahu, kendaraan listrik itu bermacam-macam tidak hanya yang sepenuhnya ditenagai baterai. Mobil hybrid, plug-in hybrid pun tergolong kendaraan beroda empat listrik.

Salah satu hal yang sanggup mendorong penjualan kendaraan beroda empat listrik menyerupai hybrid, plug-in hybrid, serta EV yaitu melalui sumbangan insentif semoga harga jualnya lebih murah. Hal itu sudah diterapkan di beberapa negara dan terbukti berhasil mendongkrak penjualan kendaraan beroda empat ramah lingkungan tersebut.


Saat ini hukum insentif soal kendaraan beroda empat listrik masih terus digodok dan menanti untuk diteken. Bocorannya hanya kendaraan beroda empat berbasis full listrik saja yang akan mendapat insentif.

Tentunya bagi produsen yang telah memasarkan mobil hybrid sanggup jadi itu merugikan. Jika nanti insentif diberlakukan, konsumen sanggup saja beralih ke kendaraan beroda empat listrik yang notabene lebih murah. Sedangkan kendaraan beroda empat hybrid alasannya yaitu tidak mendapat insentif, harganya sanggup melambung tinggi.

Salah satu produsen kendaraan beroda empat yang telah menjual kendaraan beroda empat hybrid yaitu Toyota. Mendengar hal itu, Toyota tak terburu-buru untuk menarik penjualan mobil hybrid dari pasaran.

"Banyak faktor yang menentukan, bukan semata-mata murah kan," tutur Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto ketika dihubungi detikOto, Kamis (31/1/2019).

Sebelumnya Penasihat Khusus Menteri Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kemenko Bidang Maritim, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro menyebut insentif diberikan untuk mendorong perakitan kendaraan beroda empat listrik nasional. Sementara nasib mobil hybrid dan kawan-kawan terlihat belum tersentuh regulasi tersebut.


"Perpres ini hanya mengatur kendaraan listrik berbasis baterai titik yang lain ikut pasar biasa," ujar Satryo.

"Kita siapkan insentif meskipun memang ada pro kontra nggak apa-apa kita batasi untuk berbasis baterai. Ada percepatan untuk penyediaan infrastruktur kemudian industri," ungkap Satryo.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel