Apa Kabar Kendaraan Beroda Empat Tahu Bundar Daihatsu Hi-Max?

Daihatsu Hi-Max. Foto: Dina RayantiDaihatsu Hi-Max. Foto: Dina Rayanti

Sibolga - Sempat fenomenal beberapa tahun lalu, kini bisnis tahu bundar tampak mulai redup. Suara rekaman yang melantunkan lagu unik tahu bundar pun tidak sesering dahulu.

Lantas, apakah hal tersebut berdampak pada kendaraannya kendaraan beroda empat pikap yaitu Daihatsu Hi-Max? Menanggapi hal ini, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra tampaknya tidak menampiknya. Namun bukan berarti pikap tersebut berhenti untuk dipasarkan.



"Daihatsu Hi-Max masih ada tapi demand-nya tidak banyak. Sesuai slogannya kan hero jalan sempit, ya. Tujuannya untuk melewati jalan sempit. Nah kini dengan cicilan DP yang menyerupai dengan Gran Max, jadi lebih laris Gran Max. Harganya tidak jauh juga," katanya di Sibolga, Sumatera Utara.

"Kita masih produksi, tapi tidak banyak memang, 20 hingga 30 unitan. Kita masih jalankan dan belum ditutup. Produksinya juga on time, sekali produksi 100 gres nanti jualan," lanjut Amelia.



Hi-Max masih dipertahankan oleh pihak Daihatsu Indonesia alasannya walau tak banyak memakan pangsa pasar, namun peminatnya masih ada. Seperti perusahaan rokok yang membutuhkan bawa barangnya ke jalanan kecil.

"Walaupun tidak banyak tetapi kebutuhan kendaraan beroda empat di jalan sempit ini ada. Paling banyak itu perusahaan rokok di daerah Jakarta untuk bawa produknya ke jalanan kecil," tutupnya.

Perlu diketahui, ADM membanderol Hi-Max Rp 95 hingga Rp 103 jutaan. Mobil ini tergolong terjangkau alasannya kisaran harganya sekitar Low Cost Green Car (LCGC).

Efisiensi materi bakarnya pun dinilai baik alasannya Hi-Max memakai mesin yang sama dengan Daihatsu Ayla, 1.000cc KR-DE DOHC.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel