Sienta Merosot, Toyota Andalkan Veloz Dan Rush

Toyota Sienta merosot penjualannya sepanjang tahun 2018. Sejak tahun 2016 dikenalkan, tahun 2018 penjualan Sienta turun drastis. Kalau biasanya dalam setahun Sienta dapat mencetak penjualan sampai belasan ribu unit, maka pada 2018 hanya sekitar 5.000an unit. Ketika dikonfirmasi, Toyota sendiri tak menawarkan tanggapan spesifik terkait merosotnya penjualan Sienta. Toyota pun tampak tak terlalu mempersoalkan penurunan penjualan Sienta.

Sienta Merosot, Toyota Andalkan Veloz Dan Rush


"Bicara Sienta tidak lepas dari startegi Toyota dengan kombinasi model 7 seater khususnya di rentang harga rata-rata Rp 200-300 jutaan," sebut Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy ketika dikonfirmasi. 

Anton juga menampik jikalau kendaraan beroda empat bermodel kotak laiknya Sienta sudah tak lagi dilirik orang Indonesia. Toyota sendiri mempunyai beberapa kendaraan beroda empat bermodel kotak selain Sienta yakni Alphard dan Voxy. Dengan kisaran harga Rp 200 jutaan, Sienta juga harus bersaing dengan saudara sendiri.

Di rentang harga yang sama dengan Sienta, Toyota mempunyai Veloz dan Rush.

"Dengan ketiga model itu kita berharap untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Total penjualan ketiga model tersebut di 2017 yakni 58 ribu unit, sedang di 2018 yakni 75 ribu unit," terperinci Anton.

Selera kendaraan beroda empat orang Indonesia dilontarkan Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor sudah mulai bergeser. Orang Indonesia sebut Jonfis menyukai kendaraan beroda empat dengan desain ciamik.

"Orang Indonesia nggak suka kendaraan beroda empat boxy coba aja lihat kendaraan beroda empat LCGC sama MPV yang boxy kurang diminati. Indonesia sukanya yang stylish dan sporty," terang Jonfis. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel