Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan 2 Jenis Sistem Pengapian CDI Pada Motor dan Fungsinya

Idokeren.com – Untuk pengertiannya sendiri CDI ( Capacitor Discharge Ignition ) adalah rangkaian sistem pengapian pada bahan bakar, yang ada pada motor dan mobil. Tetapi, yang akan kita bahas kali ini adalah DCI yang merupakan salah satu komponen vital/penting dalam sistem pengapian motor.

Perbedaan 2 Jenis Sistem Pengapian CDI Pada Motor dan Fungsinya

 
Tetapi yang jarang pengendar motor ketahui selain fungsi dari CDI ternyata sistem pengapian ini memiliki perbedaan ydari sistem pengapian motor pada umumnya.

Jadi sob, CDI ini erat hubungannya dengan komponen kelistrikan yang akan mengatur waktu percikan api pada busi yang kemudian melakukan proses pembakaran. Kalau sampai pengapian sebuah motor mati atau rusak sudah pasti motor tidak akan hidup.

Berikut penjelasan singkat dari Perbedaan dan Fungsi Dari 2 Jenis Sistem CDI Pada Motor,

Fungsi CDI yang jarang diketahui

Selain mempunyai fungsi sebagai sistem pengapian ternyata, ada fungsi dari CDI yang jarang diketahui oleh pengendara motor. Yang ternyata, CDI juga memiliki peranan penting dalam laju motor.

Jadi sebuah CDI itu, akan bekerja untuk mengatur kapan waktunya percikan api dari busi bisa digunakan pada bahan bakar. Ketika pengapian cukup untuk membakar bahan bakar, maka disitulah panas yang dihasilkan oleh mesin akan bekerja.

Yang awalnya pembakaran menciptakan perubahan kimia menjadi panas yang akan diubah menjadi energi gerak. Maka dari itu, laju motor erat hubungannya dengan CDI dan juga bahan bakar.

Selain itu, jenis-jenis CDI yang terpasang pada motor kalian juga bisa mempengaruhi laju sebuah motor. Oleh sebab itu, gunakan komponen CDI yang cocok dan berkualitas.

2 Jenis Sistem Pengapian CDI

Selain bentuknya yang simple dan mempunyai fungsi yang sama ternyata kedua jenis CDI yaitu CDI AC dan CDI CD ini mempunyai perbedaan baik dari komponen dan juga sistem yang dijalankan. Berikut penjelasannya keduanya :

1. Sistem CDI AC

Sistem pengapian yang dijalankan oleh CDI AC memiliki tegangan utama yang dihasilkan dari spul / alternator mesin. Jadi sistem CDI AC ini akan menciptakan arus bolak balik AC yang akan digunakan CDI nanti.

Setelah itu arus listrik yang masuk ke dalam kapasitor akan melalui proses supaya arus bisa diubah kedalam satu arah / DC.

2. Sistem CDI DC

Nah, kalau sistem CDI DC ini bisa dibilang lebih simple cara kerjanya dari sistem CDI AC. Karena CDI DC ini tidak membutuhkan spul melainkan kiprok atau aki sehingga arus langsung searah.

Tidak adanya proses untuk mengubah arus menjadi satu arah. Jadi kalau dilihat rangkaiannya kurang lebih sama hanya saja sistemnya yang berbeda.

Perbedaan 2 Jenis Sistem Pengapian CDI dengan pengapian biasa

- CDI sedikit berbeda dari sistem pengapian karena tidak memiliki pemutus arus.

- CDI juga memiliki sistem yang aliran arus yang bertegangan tinggi. Ini dilakukan karena berttujuan untuk menghasilkan output besar.

- CDI merupakan sistem pengapian yang awet.

- CDI tidak memiliki komponen yang bergesekan sehingga tidak mudah terjadi kerusakan dan terbakar. Maka dari itu, perlunya penyetelan/ pemeriksaan secara rutin.

- Kerusakan pada CDI bisa terjadi karena aki,busi atau koilnya.

- Pemborosan bahan bakar yang menggunakan CDI bisa lebih boros jika adanya kerusakan.

Sekian pembahasan artikel hari ini semoga bermanfaat dan mohon dimaafkan jika ada kesalahan dalam penulisan. Sampai jumpa lagii sob..

Writer : Revina Martin

Post a Comment for "Perbedaan 2 Jenis Sistem Pengapian CDI Pada Motor dan Fungsinya"