Sambut Euro 4, Mitsubishi Fuso Siap Gelontorkan Dana Segar

Sambut Euro 4, Mitsubishi Fuso Siap Gelontorkan Dana Segar, PT Krama Yudha tiga Berlian Motors (KTB) selaku biro resmi Mitsubishi Fuso truk dan bus mengaku siap dengan regulasi Euro 4 di Indonesia. Segelontor investasi aksesori pun akan dikeluarkannya.Presiden Direktur KTB Atsushi Kurita mengatakan, kini truk terbarunya termasuk Fighter sudah sesuai dengan Euro 3 dan tak problem diminumkan Biodiesel B20. 

Sambut Euro 4, Mitsubishi Fuso Siap Gelontorkan Dana Segar


Bahkan sesungguhnya jikalau memakai materi bakar diesel standar Euro 4 juga sudah dapat namun antisipasi efek maka akan ada adaptasi mesin kembali.

"Karena ada adaptasi mesin tadi untuk dapat sesuai dengan kualitas materi bakar yang diisyaratkan oleh pemerintah Indonesia (Euro 4), maka akan ada investasi aksesori dari kami," ungkapnya di peluncuran Mitsubishi Fighter, Jakarta, 

"Iya, kita siap kok," lanjut Atsushi.

Dikesempatan sama, Head of Technical Service DepT KTB Yuswadi juga menjelaskan bahwa untuk menyesuaikan mesin Mitsubishi Fuso ketika ini agar dapat cocok dengan materi bakar Euro 4 gampang saja. Sebab tak banyak ubahan besar yang harus dilakukan.

"Filter dan komponen terkait paling. Sebab kita kan sudah standar Euro 3, jadi gampang saja ke Euro 4," katanya.

Hal ini juga diperkuat olehDirektur Penjualan dan Pemasaran KTB Duljatmono yang menyatakan bahwa investasi untuk Euro 4 di tahun 2021 tidak akan begitu besar. Sebab tak banyak perubahan dari standar armada Mitsubishi Fuso kini dengan yang akan berlaku nantinya.

"Sebenarnya kendaraan Euro 4 itu hanya berlaku untuk kendaraan gres di 2021. Kaprikornus yang sebelumnya tidak perlu memenuhi kriteria Euro 4. Tapi walaupun menyerupai itu, kendaraan standar Euro 3 ini akan kita modifikasi menjadi Euro 4. Ini sangat gampang juga perpindahannya alasannya yakni Fuso sudah standar Euro 3. Kaprikornus tidak perlu dikhawatirkan," sambungnya.

"Yah nanti kita akan ada investasi aksesori untuk Euro 4 di 2021. Namun rasanya tidak akan besar ataupun usang alasannya yakni gampang (perpindahan dari Euro 3 ke Euro 4)," tutup Duljatmono.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel