Orang Indonesia Masih Doyan Beli Kendaraan Beroda Empat Murah

LCGC Toyota Agya. Foto: Agung PambudhyLCGC Toyota Agya. Foto: Agung Pambudhy

Jakarta - Mobil-mobil murah dengan harga kisaran Rp 200 jutaan mempunyai banyak peminat di Indonesia. Meski mengalami sedikit penurunan, penjualan kendaraan beroda empat murah yang tergabung dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC) masih bisa tembus 200 ribu unit setahun.

Tercantum dalam data distribusi wholesales (dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun 2018, sebanyak 230.444 unit kendaraan beroda empat murah LCGC terjual.


Angka ini turun dari sebelumnya yang mencapai 234.554 unit. Penurunan LCGC disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya yaitu pengetatan dari perusahaan pembiayaan.

Kemudian, banyaknya produsen motor yang meluncurkan kendaraan roda dua di segmen premium juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin membeli mobil.

"Kendaraan roda dua agresif, bila mereka kasar mereka yang mau pindah ke kendaraan entry mulai menahan. Karena bila mereka ingin punya mobil, kini banyak ride sharing itu mengubah industri otomotif jadi orang nggak usah beli mobil," tutur Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto pertengahan bulan lalu.

Mobil-mobil LCGC memang menjadi fenomena tersendiri di Indonesia. Pertama kali diluncurkan tahun 2013 lima tahun setelahnya penjualannya meroket sampai hampir lima kali lipat.


Tahun pertama, LCGC yang hanya diisi oleh empat pemain yakni Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, Dan Suzuki Wagon R terjual sebanyak 51.180 unit.

Kemudian tahun kedua eksklusif meningkat sampai tiga kali lipat menjadi 172.120 unit. Popularitas LCGC bisa mengalahkan city car. Pasar city car sendiri kembali bergairah semenjak kehadiran Suzuki Ignis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel