Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tiga Mitos Isi Bensin Kendaraan

Mengisi tangki materi bakar minyak (BBM) kendaraan jadi hal yang wajib dilakukan ketika materi bakar mulai menipis. Di kalangan pengguna kendaraan bermotor sendiri berkembang tiga mitos seputar pengisian materi bakar.

Tiga Mitos Isi Bensin Kendaraan


Ada yang menganggap mengisi materi bakar di malam hari lebih baik daripada ketika di siang hari. Ada juga yang berkata, mengisi bensin di SPBU jangan ketika proses pengisian tangki oleh truk BBM. Dan ada juga pengendara yang menggoyangkan kendaraan beroda empat ketika proses pengisian bensin.

Lalu benarkah ketiga anggapan tersebut?

"Untuk yang pertama, secara teknikal saya tidak pernah studi secara khusus. Artinya mau isi bensin pagi, siang, sore, atau malam sih nggak masalah. Cuma memang ada yang bilang jangan mengisi bensin ketika terik matahari. 

Karena evaporasi (penguapan) bensin sangat tinggi. Sehingga debit bensin yang masuk ke tangki lebih sedikit dari dosis yang tertera di dispenser," ujar Koordinator Eksekutif Technical Service Astra Daihatsu Motor Anjar Rosadi.

"Tapi itu kan kata orang ya. Personally, saya nggak pernah mengambarkan sih. Karena setahu saya bentuk nozzle atau pump itu ya kalau debit angin itu bergotong-royong ia nggak ngitung," jelas Anjar.

Lanjut ke mitos nomor dua, berdasarkan Anjar banyak orang beranggapan ketika isi bensin waktunya jangan berbarengan dengan truk BBM yang mengisi bensin ke tangki SPBU.

"Alasannya, alasannya otomatis endapan-endapan di bawah tangkinya akan keaduk. Dan potensi kesedot ke tangki kendaraaan Anda. Tapi balik lagi, ini kan hanya kata orang ya," lanjut Anjar.
Lanjut mitos ketiga, berdasarkan Anjar, banyak pengendara kendaraan beroda empat yang menggoyang-goyangkan bodi kendaraan beroda empat ketika mengisi materi bakar. Tujuannya semoga udara yang terperangkap keluar, dan materi bakar terisi maksimal.

Namun Anjar sendiri tidak baiklah dengan pandangan tersebut. "Karena dalam materi bakar sendiri itu ada sistem pernapasan. Yang artinya, ketika bensin diisi, kalau ada udara terjebak di bawahnya ia akan keluar dengan sendirinya tanpa perlu digoyang," jelas Anjar.

Anjar menambahkan kalau ada udara yang terjebak dalam tangki kendaraan beroda empat akan keluar dengan sendirinya sehabis nozzle diangkat.

"Misal ketika teman-teman ngisi, terus kan biasanya gaslift berhenti. Itu artinya ia ketahan sama udara kan. Setelah (nozzle) diangkat, otomatis kan udaranya keluar. Tanpa digoyangin, level bensinnya akan menyesuaikan sendiri," pungkas Anjar.