Widget HTML Atas

Pencinta Calya Iri Lihat Avanza Baru, Harga Harley Turun

idokeren.com - Kehadiran Toyota Avanza terbaru menciptakan pencinta Calya cemburu. Soalnya, pencinta Calya juga ingin lahirnya Calya versi terbaru meski kendaraan beroda empat itu belum usang diluncurkan. Melihat Avanza model 2019, pemilik Toyota Calya iri ingin diubah juga. Paling tidak, komunitas Calya ingin adanya penyegaran minor alias facelift terhadap LCGC 7-penumpang Toyota tersebut.

Berita soal pencinta Calya yang iri melihat Avanza gres menjadi salah satu topik terkenal selama final pekan kemarin. Selain itu, ada juga informasi seputar moge Harley-Davidson yang harganya turun drastis hingga kendaraan beroda empat Eropa murah penantang LCGC. Berikut ringkasan informasi populernya.

1. Pencinta Calya Cemburu Lihat Avanza Baru

Kepala Bengkel Astrido Toyota Bekasi, Andry Bastian, mengungkapkan ada beberapa konsumen Calya yang iri terhadap kehadiran Avanza terbaru. Terlebih, mereka melihat perubahan di varian Veloz.

"Iya, ada yang iri alasannya memang Avanza benar-benar berubah khususnya di varian Veloz. Tapi mereka sadar bahwa Calya masih baru, masih balita lah dibanding Avanza yang sudah beberapa kali mengalami minor change," . Palingan, lanjut Andry, jikalau ingin Calya berubah beberapa penggunanya memodifikasi kecil-kecilan. Sembari menunggu facelift resmi dari Toyota-nya.

"Ketika itu keluar, saya yakin banyak eksklusif ingin upgrade Calya lamanya," kata Andry lagi.

2. Banyak Pencinta Calya 'Naik Kelas' Kepincut Wajah Baru Avanza
Ternyata banyak pencinta Calya yang naik kelas. Mereka menjual Calya dan membeli Avanza terbaru.

Andry Bastian selaku Kepala Bengkel Astrido Toyota Bekasi mengatakan, pemilik Calya cukup banyak yang memesan Avanza baru. Sebab, mereka ingin naik kelas sedangkan facelift Calya belum ada kabar pasti.

"Avanza gres kan benar-benar berubah. Kaprikornus tidak mengecewakan banyak yang pesan. Pemilik Calya usang juga ada beberapa yang naik kelas, tukar tambah atau beli eksklusif mobilnya," ungkap Andry.

Namun ia tak sanggup memastikan jumlah pemesanan Avanza gres di dilernya ketika ini. Yang jelas, pesona Avanza cukup menggiurkan.

3. 14 Moge Harley-Davidson Meluncur di RI, Ada yang Rp 300 Jutaan!
Pencinta Calya Iri Lihat Avanza Baru, Harga Harley Turun

Harley-Davidson meluncurkan 14 moge gres di gelaran Pesta Rakyat Bikers Jakarta, di daerah Gedung dewan perwakilan rakyat RI, Senayan, Jakarta Pusat. Kurang lebih ada sekitar 14 unit motor gres Harley-Davidson yang diperkenalkan oleh Anak Elang.

"Dari family tipe touring, ada Ultra, Ultra Glide, Road Glide, Road King, Road King Special. Terus kelas family Softail ada Fat Boy, ada Fat Bob, ada Softail Deluxe, Softail Slim, dan Low Riders. Terus yang Sportster ada 1200 custom, Sportster Forty-Eight, terus ada yang Low 883, dan 1200 Iron," ujar Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahat Manalu.

Yang menarik, ada beberapa tipe Harley yang mengalami 'penurunan harga'. Penurunan harga ini mencapai 30 persen, khususnya untuk varian Softail dan Sportster.

Contohnya Sportster kini dibanderol mulai Rp 378 juta, padahal dulunya Sportster bisa mencapai Rp 600 jutaan. Sama dengan varian Softail, tadinya ketika masih produk utuh dari Amerika Serikat, harganya Rp 900 jutaan, kini harganya berkisar mulai dari Rp 600 jutaan.

"Karena itu produk CKD Thailand. Kaprikornus assembling (perakitan)-nya di Thailand, sehingga harganya bisa turun. Tapi soal kualitas, tetap sama kok," pungkas Sahat.

4. Orang Kaya Bekasi Lebih Suka Fortuner Ketimbang Camry
Pencinta Calya Iri Lihat Avanza Baru, Harga Harley Turun

Orang kaya Bekasi ternyata lebih suka SUV ketimbang sedan. Buktinya, Mereka lebih menentukan kendaraan besar Toyota Fortuner dibandingkan model sedan ibarat Camry.

"Kalau waktu saya di Tangerang dulu, orang kaya itu belinya Camry. Nah di Bekasi, sedikit sekali yang ibarat itu. Mereka lebih pilih Foruner," kata Andry di MUNAS Komunitas Toyota Calya Indonesia (KTCI), Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/1/2019).

"Sering tuh saya lihat ibu-ibu naiknya Fortuner," lanjut Andry.

Fenomena itu terjadi alasannya kontur jalan di daerah Bekasi tak memungkinkan untuk membawa kendaraan beroda empat sedan. Sehingga bila konsumen Toyota ingin naik kelas, Fortuner pilihan pertamanya.

"Yah begitu deh, jalan di Kalimalang sulit," katanya lagi.

Secara postur, Fortuner yang memang merupakan SUV bongsor tampak lebih gagah. Selain itu Fortuner juga bisa menerabas segala permukaan jalan tanpa perlu khawatir akan adanya lubang. Berbeda dengan sedan. Mengendarai sedan harus ekstra hati-hati alasannya ground clearance kendaraan beroda empat rendah.

5. Mobil Murah Merek Eropa Ini Belum Sanggup Tantang LCGC Jepang
Salah satu gebrakan Renault beberapa tahun kemudian yaitu menghadirkan kendaraan beroda empat murah pesaing LCGC. Renault seakan mematahkan anggapan bahwa kendaraan beroda empat Eropa itu mahal. Kehadiran Renault Kwid yang dijual Rp 100 jutaan mematahkan anggapan tersebut.

Namun, semenjak dirilis pertama kali oleh Renault pada 2016, Kwid tidak bisa menantang LCGC Jepang. Terbukti dari angka penjualan yang tidak banyak.

Sebagai citra Kwid pertama kali mengaspal dibanderol Rp 117,7 juta sedangkan LCGC yang hukum harganya ditentukan pemerintah sudah mencapai Rp 130 jutaan. Belum diketahui apakah Renault menaikkan harga Kwid atau tidak alasannya tak tertulis dalam situs resminya.

Tahun 2017 menurut data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hanya 162 unit Kwid terdistribusi ke diler-diler Renault.

Setahun setelahnya tak lebih baik. Masih dalam data yang sama Kwid tak kunjung membaik. Tahun 2018 tak hingga 100 unit Kwid terdistribusi. Tercatat hanya 49 unit Kwid saja dikirimkan ke diler.

Bagaimana dengan LCGC merek Jepang? Mengambil pola Toyota Agya dalam setahun terjual 29.106 unit sedangkan Daihatsu Ayla 26.952 unit. Atau bahkan LCGC versi 7-seater Calya hampir bisa merangsek menjadi kendaraan beroda empat terlaris se-Indonesia dengan 63.970 unit.