Widget HTML Atas

Toyota Salut Ada Petani Yang Dapat Beli Kendaraan Beroda Empat Pakai Uang Receh

Petani asal Majalengka, Tirta, menciptakan hal yang mustahil jadi mungkin. Dia membeli mobil dengan uang receh yang ditabung selama 7 tahun lamanya.  "Salah satu momen transaksi pembelian kendaraan beroda empat Toyota yang unik, kami bersyukur alasannya beruntung turut andil dalam mewujudkan harapan dari pelanggan kami Pak Tirta dan Ibu Mimi mempunyai kendaraan hasil menabung uang receh selama 7 tahun. Salah satu inspirasi Start Your Impossible," ujar PR Manager PT Toyota-Astra Motor Rouli H Sijabat .

Foto: istimewa / Tirta membayar kendaraan beroda empat memakai uang receh
Foto: istimewa / Tirta membayar kendaraan beroda empat memakai uang receh
Rouli menambahkan sepengetahuannya gres kali ini di Majalengka ada konsumen yang membeli mobil dengan uang tunai namun receh. "Itu pertama kali bila sepengetahuan saya," ujarnya.

Tetapi Rouli menekankan di daerah, konsumen memang masih banyak yang membeli kendaraan beroda empat dengan uang tunai, terutama mereka yang tinggal di kawasan pertambangan.

"Awalnya aku kumpulin uang logam cuilan Rp 100 sampai Rp 1.000 di boks itu. Terus aku tukar uang kertas cuilan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu dengan receh, aku kumpulin di situ," ujar Tirta dikala ditemui di Majalengka.

Uang itu lalu dibawa ke diler menumpang kendaraan beroda empat milik adiknya. Tadinya Tirta sempat ragu diler mau mendapatkan uang recehnya. Meski receh, uang itu termasuk alat pembayaran yang sah.

Selama tujuh tahun menabung, Tirta berhasil mengumpulkan Rp 40 juta uang cuilan logam. Uang logam itu ia gunakan untuk membeli kendaraan beroda empat Toyota Rush, sisanya dibayar memakai uang cuilan kertas.

Sales Consultan Auto 2000 Jatiwangi-Majalengka, Beni Sinambung menyampaikan uang recahan milik Tirta itu sudah disetorkan ke bank pada Senin kemarin. "Saat ini bank sedang menghitung jumlah recehan yang disetorkan Pak Tirta. Jumlahnya itu sekitar Rp 40 juta, untuk sisanya Rp 221.850.000 itu dibayar pakai uang kertas," kata Beni.