Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan CDI Smash Lama dan Baru Secara Detail

Perbedaan CDI Smash Lama dan Baru - Halo sobat keren berbicara tentang smash sepertinta menarik dan bagaiman dengan perbedaan antara cdi smas lama dan baru  simak yuk, CDI atau Capacitor Discharge Ignition adalah salah satu komponen penting dalam sistem pengapian sepeda motor. CDI berfungsi untuk mengatur waktu percikan api pada busi yang akan membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. CDI juga berpengaruh terhadap performa, efisiensi, dan daya tahan mesin sepeda motor.

Suzuki Smash adalah salah satu motor bebek yang populer di Indonesia. Motor ini memiliki desain yang simpel, irit, dan tangguh. Suzuki Smash juga memiliki beberapa generasi yang berbeda, mulai dari Smash lama yang diluncurkan pada tahun 2003 hingga Smash baru yang hadir pada tahun 2012. Salah satu perbedaan yang mencolok antara Smash lama dan baru adalah CDI-nya.

Lalu, apa saja perbedaan CDI Smash lama dan baru? Apakah perbedaan ini berpengaruh terhadap kinerja mesin? Dan bagaimana cara memilih CDI yang sesuai untuk Suzuki Smash? Artikel ini akan membahas semua pertanyaan tersebut secara lengkap dan mendalam. Simak terus artikel ini sampai habis untuk mengetahui jawabannya.

Baca Juga : Perbedaan CDI Satria Fu AHO dan Non AHO Ini Detail Perbedaanya !

CDI Smash Lama

CDI Smash lama adalah CDI yang digunakan pada generasi pertama Suzuki Smash yang diproduksi dari tahun 2003 hingga 2008. CDI ini memiliki bentuk kotak dengan ukuran sekitar 7 x 5 x 2 cm. CDI ini memiliki lima kabel dengan warna berbeda, yaitu putih/biru, hitam/putih, biru/kuning, orange, dan hijau/putih. CDI ini menggunakan sistem DC atau Direct Current, yang artinya sumber arusnya berasal dari aki.

Kelebihan CDI Smash lama adalah:

  • Harganya lebih murah dibandingkan dengan CDI Smash baru.
  • Mudah ditemukan di pasaran karena banyak yang menjualnya.
  • Mudah dipasang karena hanya perlu menyambungkan kabel-kabelnya sesuai warna.
  • Menghasilkan percikan api yang cukup kuat untuk membakar bahan bakar.

Kelemahan CDI Smash lama adalah:

  • Kurang stabil dalam mengatur waktu pengapian karena rentan terhadap fluktuasi arus dari aki.
  • Kurang optimal dalam meningkatkan performa mesin karena memiliki batas putaran maksimal yang rendah.
  • Kurang awet karena mudah rusak akibat panas atau getaran mesin.
  • Kurang hemat bahan bakar karena cenderung membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi terlalu kaya.

Pencapaian performa dengan CDI Smash lama adalah:

  • Torsi maksimal sebesar 9,3 Nm pada 6.000 rpm.
  • Tenaga maksimal sebesar 8,4 PS pada 8.000 rpm.
  • Kecepatan maksimal sekitar 100 km/jam.
  • Konsumsi bahan bakar sekitar 40 km/liter.

CDI Smash Baru

Perbedaan CDI smash lama dan baru , CDI Smash baru adalah CDI yang digunakan pada generasi kedua Suzuki Smash yang diproduksi dari tahun 2012 hingga sekarang. CDI ini memiliki bentuk bulat dengan diameter sekitar 6 cm. CDI ini memiliki enam kabel dengan warna berbeda, yaitu hitam/kuning, hitam/putih, biru/kuning, orange, hijau/putih, dan merah/putih. CDI ini menggunakan sistem AC atau Alternating Current, yang artinya sumber arusnya berasal dari spull pengisian.

Kelebihan CDI Smash baru adalah:

  • Lebih stabil dalam mengatur waktu pengapian karena tidak tergantung pada kondisi aki.
  • Lebih optimal dalam meningkatkan performa mesin karena memiliki batas putaran maksimal yang tinggi.
  • Lebih awet karena tahan terhadap panas atau getaran mesin.
  • Lebih hemat bahan bakar karena cenderung membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih ideal.

Kelemahan CDI Smash baru adalah:

  • Harganya lebih mahal dibandingkan dengan CDI Smash lama.
  • Sulit ditemukan di pasaran karena jarang yang menjualnya.
  • Sulit dipasang karena perlu mengubah kabel-kabelnya agar sesuai dengan soket CDI.
  • Menghasilkan percikan api yang terlalu kuat untuk membakar bahan bakar.

Pencapaian performa dengan CDI Smash baru adalah:

  • Torsi maksimal sebesar 9,5 Nm pada 6.000 rpm.
  • Tenaga maksimal sebesar 9,1 PS pada 8.000 rpm.
  • Kecepatan maksimal sekitar 110 km/jam.
  • Konsumsi bahan bakar sekitar 50 km/liter.

Perbedaan Antara CDI Smash Lama dan Baru

Setelah mengetahui deskripsi, kelebihan, kelemahan, dan pencapaian performa dari CDI Smash lama dan baru, kita dapat melihat perbedaan-perbedaan yang signifikan antara keduanya. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara CDI Smash lama dan baru:

Baca Juga : Perbedaan CDI dan Platina Ini Pembahasan Lengkapnya

Perbedaan dalam Desain Fisik

CDI Smash lama memiliki bentuk kotak dengan ukuran sekitar 7 x 5 x 2 cm, sedangkan CDI Smash baru memiliki bentuk bulat dengan diameter sekitar 6 cm. CDI Smash lama memiliki lima kabel dengan warna berbeda, sedangkan CDI Smash baru memiliki enam kabel dengan warna berbeda. 

CDI Smash baru memiliki enam kabel
CDI Smash baru memiliki enam soket

CDI Smash lama menggunakan soket yang berbentuk persegi panjang, sedangkan CDI Smash baru menggunakan soket yang berbentuk bulat. 

Perbedaan dalam Teknologi dan Komponen

CDI Smash lama menggunakan sistem DC atau Direct Current, yang artinya sumber arusnya berasal dari aki. CDI ini memiliki komponen utama berupa kapasitor yang menyimpan arus listrik dari aki dan melepaskannya saat dibutuhkan untuk menghasilkan percikan api pada busi. CDI ini juga memiliki komponen lain seperti dioda, resistor, transistor, dan IC yang berfungsi untuk mengatur arus listrik dan waktu pengapian.

CDI Smash baru menggunakan sistem AC atau Alternating Current, yang artinya sumber arusnya berasal dari spull pengisian. CDI ini memiliki komponen utama berupa inverter yang mengubah arus AC menjadi DC dan meningkatkan tegangannya hingga mencapai ribuan volt. CDI ini juga memiliki komponen lain seperti kapasitor, dioda, resistor, transistor, dan IC yang berfungsi untuk mengatur arus listrik dan waktu pengapian.

Perbedaan CDI Smash Lama Dan Baru Dalam Kinerja Mesin

CDI Smash lama kurang stabil dalam mengatur waktu pengapian karena rentan terhadap fluktuasi arus dari aki. Jika aki lemah atau mati, maka percikan api pada busi akan menjadi lemah atau tidak ada sama sekali. Hal ini akan menyebabkan mesin tidak dapat hidup atau tidak dapat berjalan dengan lancar. CDI ini juga kurang optimal dalam meningkatkan performa mesin karena memiliki batas putaran maksimal yang rendah. Jika mesin mencapai putaran tinggi, maka percikan api pada busi akan menjadi terlambat atau tidak sesuai dengan waktu pengapian yang ideal. Hal ini akan menyebabkan mesin menjadi loyo atau tidak dapat mencapai kecepatan maksimal.

CDI Smash baru lebih stabil dalam mengatur waktu pengapian karena tidak tergantung pada kondisi aki. Jika aki lemah atau mati, maka percikan api pada busi tetap akan ada karena sumber arusnya berasal dari spull pengisian. Hal ini akan menyebabkan mesin tetap dapat hidup atau berjalan dengan lancar. CDI ini juga lebih optimal dalam meningkatkan performa mesin karena memiliki batas putaran maksimal yang tinggi. Jika mesin mencapai putaran tinggi, maka percikan api pada busi tetap akan sesuai dengan waktu pengapian yang ideal. Hal ini akan menyebabkan mesin menjadi bertenaga atau dapat mencapai kecepatan maksimal.

Perbedaan dalam Efisiensi Bahan Bakar

CDI Smash lama kurang hemat bahan bakar karena cenderung membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi terlalu kaya. Hal ini berarti bahwa bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar lebih banyak daripada udara yang dibutuhkan untuk membakarnya. Hal ini akan menyebabkan bahan bakar terbuang sia-sia atau tidak terbakar sempurna. CDI ini juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi tidak stabil karena tergantung pada kondisi aki. Jika aki lemah atau mati, maka konsumsi bahan bakar akan meningkat karena mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan percikan api.

CDI Smash baru lebih hemat bahan bakar karena cenderung membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih ideal. Hal ini berarti bahwa bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar sesuai dengan udara yang dibutuhkan untuk membakarnya. Hal ini akan menyebabkan bahan bakar terpakai secara efisien atau terbakar sempurna. CDI ini juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih stabil karena tidak tergantung pada kondisi aki. Jika aki lemah atau mati, maka konsumsi bahan bakar tidak akan berubah karena mesin tetap mendapatkan arus listrik dari spull pengisian.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan beberapa perbedaan antara CDI Smash lama dan baru, yaitu:

  • CDI Smash lama memiliki bentuk kotak, lima kabel, soket persegi panjang, dan sistem DC, sedangkan CDI Smash baru memiliki bentuk bulat, enam kabel, soket bulat, dan sistem AC.
  • CDI Smash lama kurang stabil, kurang optimal, kurang awet, dan kurang hemat bahan bakar dibandingkan dengan CDI Smash baru.
  • CDI Smash lama menghasilkan torsi maksimal 9,3 Nm, tenaga maksimal 8,4 PS, kecepatan maksimal 100 km/jam, dan konsumsi bahan bakar 40 km/liter, sedangkan CDI Smash baru menghasilkan torsi maksimal 9,5 Nm, tenaga maksimal 9,1 PS, kecepatan maksimal 110 km/jam, dan konsumsi bahan bakar 50 km/liter.

Dalam memilih CDI yang sesuai untuk Suzuki Smash, kita harus mempertimbangkan beberapa hal seperti harga, ketersediaan, kemudahan pemasangan, kinerja mesin, dan efisiensi bahan bakar. Jika kita mengutamakan faktor-faktor tersebut, maka CDI Smash baru adalah pilihan yang lebih baik daripada CDI Smash lama. Namun, jika kita hanya ingin mengganti CDI yang rusak dengan yang baru tanpa mengubah performa mesin secara signifikan, maka CDI Smash lama juga bisa menjadi pilihan yang cukup layak.

Perbedaan antara CDI Smash lama dan baru ini memiliki makna bagi pemilik Suzuki Smash. Dengan mengetahui perbedaan ini, kita dapat memahami bagaimana cara kerja sistem pengapian sepeda motor dan bagaimana cara meningkatkan performa mesin dengan cara yang tepat. Selain itu, kita juga dapat menyesuaikan kebutuhan dan anggaran kita dengan CDI yang tersedia di pasaran.

Semoga artikel perbedaan cdi smash lama dan baru, Ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang CDI Smash lama dan baru. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel ini sampai habis.

idokeren
idokeren Menyukai dunia Otomotif, Bloger, Informasi yang bermanfaat dan terimakasih sudah mampir di blog ini

Post a Comment for "Perbedaan CDI Smash Lama dan Baru Secara Detail"