Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan CDI dan Platina Ini Pembahasan Lengkapnya

CDI vs Platina Perbedaan dan Rekomendasi Sistem Pengapian untuk Kendaraan Anda - Sobat keren Sistem pengapian adalah salah satu komponen penting dalam kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Sistem pengapian berfungsi untuk menghasilkan percikan api yang akan membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar mesin. Dengan demikian, sistem pengapian berpengaruh pada performa, efisiensi, dan emisi kendaraan.

Ada dua jenis sistem pengapian yang umum digunakan pada kendaraan, yaitu CDI (Capacitor Discharge Ignition) dan platina. Kedua sistem ini memiliki perbedaan dalam cara kerja, kelebihan, keterbatasan, dan biaya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang CDI dan platina, serta memberikan rekomendasi kapan sebaiknya Anda menggunakan salah satu dari keduanya.

CDI (Capacitor Discharge Ignition)

CDI adalah sistem pengapian yang menggunakan kapasitor sebagai sumber energi untuk menghasilkan percikan api. Kapasitor adalah komponen elektronik yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik dengan cepat. CDI bekerja dengan cara mengisi kapasitor dengan tegangan tinggi dari koil pengisian, kemudian melepaskan muatan kapasitor ke koil pengapian yang akan meningkatkan tegangan menjadi lebih tinggi lagi, dan akhirnya mengirimkan tegangan tersebut ke busi untuk menghasilkan percikan api.

Baca Juga : Perbedaan Antara CDI Asli (Ori) dan CDI KW (Imitasi)

Kelebihan CDI adalah sebagai berikut:

  • Efisiensi pengapian: CDI dapat menghasilkan percikan api dengan tegangan dan durasi yang tinggi, sehingga dapat membakar campuran bahan bakar dan udara dengan lebih sempurna. Hal ini dapat meningkatkan tenaga, torsi, dan akselerasi mesin, serta mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang.
  • Kemudahan dalam pengaturan: CDI tidak memerlukan kontak mekanis seperti platina, sehingga tidak perlu melakukan penyetelan atau penggantian komponen secara berkala. CDI juga tidak terpengaruh oleh kondisi mesin seperti kecepatan putaran (RPM), suhu, atau kelembaban.

Keterbatasan CDI adalah sebagai berikut:

  • Biaya yang lebih tinggi: CDI memerlukan komponen elektronik yang lebih mahal dan kompleks daripada platina, sehingga biaya pembelian dan perbaikan CDI lebih tinggi.
  • Kompleksitas: CDI memerlukan pengetahuan dan alat yang lebih spesifik untuk melakukan pemasangan atau perbaikan. Jika terjadi kerusakan pada salah satu komponen CDI, maka seluruh sistem harus diganti.

Contoh kendaraan yang menggunakan CDI adalah sebagian besar motor sport dan matic modern, seperti Honda CBR250RR, Yamaha R15, Suzuki Satria F150, Honda Vario 150, Yamaha NMAX, dan lain-lain.

Baca Juga : Perbedaan CDI Kirana dan CDI Karisma Mana yang Lebih Unggul?

Platina

Perbedaan CDI dan Platina Ini Pembahasan Lengkapnya

Platina adalah sistem pengapian yang menggunakan kontak mekanis sebagai sumber energi untuk menghasilkan percikan api. Kontak mekanis adalah komponen yang terdiri dari dua logam yang dapat membuka dan menutup secara otomatis sesuai dengan putaran poros engkol mesin. Platina bekerja dengan cara mengalirkan arus listrik dari aki ke koil pengapian melalui kontak mekanis yang tertutup, kemudian memutus arus listrik saat kontak mekanis terbuka, sehingga koil pengapian akan menghasilkan tegangan tinggi yang dikirimkan ke busi untuk menghasilkan percikan api.

Kelebihan platina adalah sebagai berikut:

  • Kesederhanaan: Platina memiliki komponen yang lebih sederhana dan mudah dipasang daripada CDI, sehingga biaya pembelian dan perbaikan platina lebih murah.
  • Tahan lama: Platina memiliki umur pakai yang lebih lama daripada CDI, karena tidak mudah rusak oleh panas atau getaran mesin. Platina juga dapat bekerja dengan baik meskipun aki dalam kondisi lemah.

Keterbatasan platina adalah sebagai berikut:

  • Kurang efisien pada RPM tinggi: Platina memiliki keterbatasan dalam menghasilkan percikan api dengan tegangan dan durasi yang optimal pada RPM tinggi, karena kontak mekanis tidak dapat membuka dan menutup dengan cepat dan tepat. Hal ini dapat menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna, penurunan performa mesin, dan peningkatan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang.
  • Pemeliharaan yang perlu sering: Platina memerlukan penyetelan atau penggantian komponen secara berkala, karena kontak mekanis akan mengalami aus atau karbonisasi akibat gesekan dan panas. Jika tidak dilakukan penyetelan atau penggantian, maka platina akan mengalami gangguan seperti mesin mati mendadak, mesin susah hidup, atau mesin brebet.

Contoh kendaraan yang menggunakan platina adalah sebagian besar motor bebek dan klasik. Honda CB, Honda 70 dll

Baca Juga : Perbedaan CDI Mio Sporty dan Mio Smile, Mana yang Lebih Unggul?

Perbandingan Antara CDI dan Platina

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dibuat perbandingan antara CDI dan platina sebagai berikut:

AspekCDIPlatina
Efisiensi pengapianTinggiRendah pada RPM tinggi
Biaya dan pemeliharaanMahal dan jarangMurah dan sering
Kesederhanaan vs. kompleksitasKompleks dan elektronikSederhana dan mekanik
Kapan sebaiknya digunakanUntuk kendaraan dengan performa tinggi dan RPM tinggiUntuk kendaraan dengan performa standar dan RPM rendah

Kesimpulan

CDI dan platina adalah dua jenis sistem pengapian yang memiliki perbedaan dalam cara kerja, kelebihan, keterbatasan, dan biaya. CDI lebih cocok untuk kendaraan dengan performa tinggi dan RPM tinggi, karena dapat menghasilkan percikan api dengan efisiensi yang tinggi. Platina lebih cocok untuk kendaraan dengan performa standar dan RPM rendah, karena memiliki kesederhanaan yang tinggi. Anda dapat memilih sistem pengapian yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Terima kasih telah datang ke blog idokeren.com.

idokeren
idokeren Menyukai dunia Otomotif, Bloger, Informasi yang bermanfaat dan terimakasih sudah mampir di blog ini

Post a Comment for "Perbedaan CDI dan Platina Ini Pembahasan Lengkapnya"