Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nama Komponen CVT Vario 125 Ini Detail Lengkapnya

Idokeren.com - Sobat keren, apakah kalian tahu apa itu CVT? CVT adalah singkatan dari Continuously Variable Transmission, yaitu sistem transmisi otomatis yang digunakan pada sebagian besar motor matic, termasuk Honda Vario 125. CVT berfungsi untuk mengatur perbandingan rasio antara putaran mesin dan roda belakang, sehingga motor dapat berakselerasi dengan lancar dan efisien.

CVT terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu variator, v-belt, driven face, dan kampas ganda. Masing-masing komponen memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda, serta memerlukan perawatan yang tepat agar tidak mudah rusak atau aus. Pada artikel ini, kita akan membahas nama komponen CVT Vario 125 beserta fungsinya, cara kerjanya, dan tips merawatnya. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Nama Komponen CVT Vario 125 Ini Detail Lengkapnya

Variator

Variator adalah komponen CVT yang terletak di bagian depan, yang terhubung dengan kruk as mesin. Variator berbentuk seperti cakram yang terdiri dari dua bagian, yaitu fixed face dan movable face. Di antara kedua bagian ini, terdapat roller yang berfungsi sebagai pemberat. Roller ini dapat bergerak maju mundur sesuai dengan putaran mesin, sehingga mengubah diameter variator.

Fungsi variator adalah untuk mengatur rasio transmisi sesuai dengan kecepatan motor. Ketika motor berada di kecepatan rendah, roller akan berada di posisi terdalam, sehingga diameter variator menjadi kecil. Hal ini membuat rasio transmisi menjadi besar, sehingga motor dapat berakselerasi dengan cepat. Sebaliknya, ketika motor berada di kecepatan tinggi, roller akan berada di posisi terluar, sehingga diameter variator menjadi besar. Hal ini membuat rasio transmisi menjadi kecil, sehingga motor dapat berjalan dengan irit dan stabil.

Tips merawat variator adalah sebagai berikut:

Periksa kondisi roller secara berkala, apakah ada tanda-tanda keausan, retak, atau pecah. Jika ya, segera ganti dengan yang baru. Roller yang aus atau rusak dapat menyebabkan motor bergetar, berisik, atau susah berakselerasi.

Bersihkan variator dari kotoran atau debu yang menempel, terutama di bagian movable face dan roller. Kotoran atau debu dapat mengganggu gerak roller, sehingga variator tidak dapat bekerja dengan optimal.

Gunakan roller dengan ukuran dan berat yang sesuai dengan spesifikasi pabrik. Jangan sembarangan mengganti roller dengan yang lebih ringan atau lebih berat, karena dapat mempengaruhi performa dan konsumsi bahan bakar motor.

V-Belt

V-Belt adalah komponen CVT yang berbentuk seperti sabuk yang terbuat dari karet khusus. V-Belt berfungsi sebagai penghubung antara variator dan driven face, sehingga dapat meneruskan putaran mesin ke roda belakang. V-Belt juga dapat menyesuaikan panjangnya sesuai dengan diameter variator dan driven face, sehingga dapat menjaga rasio transmisi yang ideal.

Fungsi v-belt adalah untuk mentransmisikan daya dari mesin ke roda belakang dengan efisien dan halus. V-Belt memiliki kelebihan dibandingkan dengan rantai, yaitu tidak perlu pelumasan, tidak berisik, dan tidak mudah kendor. Namun, v-belt juga memiliki kelemahan, yaitu mudah aus atau sobek jika terkena panas berlebih, gesekan, atau beban yang berat.

Tips merawat v-belt adalah sebagai berikut:

Periksa kondisi v-belt secara teratur, apakah ada tanda-tanda keausan, sobek, atau retak. Jika ya, segera ganti dengan yang baru. V-Belt yang aus atau rusak dapat menyebabkan motor mati mendadak, slip, atau kehilangan tenaga.

Pastikan v-belt memiliki ketegangan yang sesuai dengan spesifikasi pabrik. Jangan terlalu kencang atau terlalu kendor, karena dapat mempengaruhi performa dan umur v-belt. Ketegangan v-belt dapat diatur dengan mengubah posisi baut penyetel di bagian driven face.

Hindari melakukan akselerasi yang keras, terutama ketika motor baru dihidupkan atau saat berada di tanjakan. Hal ini dapat menyebabkan v-belt terlalu panas, gesekan, atau beban yang berat, sehingga mudah aus atau sobek.

Driven Face

Driven face adalah komponen CVT yang terletak di bagian belakang, yang terhubung dengan as roda belakang. Driven face berbentuk seperti cakram yang terdiri dari dua bagian, yaitu fixed face dan movable face. Di antara kedua bagian ini, terdapat torque spring yang berfungsi sebagai pegas penyetel. Torque spring ini dapat memberikan tekanan pada movable face, sehingga mengubah diameter driven face.

Fungsi driven face adalah untuk menerima daya dari v-belt dan meneruskannya ke roda belakang. Driven face juga dapat menyesuaikan diameternya sesuai dengan diameter variator, sehingga dapat menjaga rasio transmisi yang ideal. Driven face juga berperan dalam sistem kopling, yaitu menghubungkan dan melepaskan hubungan antara mesin dan roda belakang.

Tips merawat driven face adalah sebagai berikut:

Periksa kondisi torque spring secara berkala, apakah ada tanda-tanda keausan, lemah, atau patah. Jika ya, segera ganti dengan yang baru. Torque spring yang aus atau rusak dapat menyebabkan motor susah berakselerasi, bergetar, atau berisik.

Bersihkan driven face dari kotoran atau debu yang menempel, terutama di bagian movable face dan kampas ganda. Kotoran atau debu dapat mengganggu gerak movable face, sehingga driven face tidak dapat bekerja dengan optimal.

Gunakan torque spring dengan ukuran dan kekerasan yang sesuai dengan spesifikasi pabrik. Jangan sembarangan mengganti torque spring dengan yang lebih lemah atau lebih keras, karena dapat mempengaruhi performa dan konsumsi bahan bakar motor.

Kampas Ganda

Kampas ganda adalah komponen CVT yang berbentuk seperti mangkok yang terdapat di dalam driven face. Kampas ganda terdiri dari dua bagian, yaitu inner shoe dan outer shoe. Kedua bagian ini dilapisi dengan bahan gesek yang berfungsi untuk menghubungkan dan melepaskan putaran mesin dan roda belakang. Kampas ganda juga dilengkapi dengan centrifugal clutch yang berfungsi untuk menggerakkan kampas ganda sesuai dengan putaran mesin.

Fungsi kampas ganda adalah untuk mengatur sistem kopling pada motor matic. Ketika motor berada di kecepatan rendah atau diam, kampas ganda akan melepaskan hubungan antara mesin dan roda belakang, sehingga motor tidak mati atau mundur. Ketika motor berada di kecepatan tinggi, kampas ganda akan menghubungkan putaran mesin dan roda belakang, sehingga motor dapat berjalan dengan lancar dan stabil.

Tips merawat kampas ganda adalah sebagai berikut:

Periksa kondisi bahan gesek secara berkala, apakah ada tanda-tanda keausan, tipis, atau habis. Jika ya, segera ganti dengan yang baru. Bahan gesek yang aus atau habis dapat menyebabkan motor susah berjalan, slip, atau berisik.

Pastikan kampas ganda memiliki celah yang sesuai dengan spesifikasi pabrik. JJangan terlalu kencang atau terlalu kendor, karena dapat mempengaruhi performa dan umur kampas ganda. Celah kampas ganda dapat diukur dengan menggunakan jangka sorong atau penggaris.

Hindari melakukan rem mendadak, terutama saat berada di kecepatan tinggi. Hal ini dapat menyebabkan kampas ganda terlalu panas, gesekan, atau beban yang berat, sehingga mudah aus atau rusak.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang nama komponen CVT Vario 125 beserta fungsinya, cara kerjanya, dan tips merawatnya. CVT adalah sistem transmisi otomatis yang sangat penting bagi motor matic, karena dapat mengatur rasio transmisi yang ideal sesuai dengan kecepatan motor. CVT terdiri dari variator, v-belt, driven face, dan kampas ganda, yang masing-masing memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda.

Untuk menjaga performa dan umur CVT, kita harus merawatnya dengan baik dan benar. Beberapa tips merawat CVT yang dapat kita lakukan adalah memeriksa kondisi komponen-komponennya secara berkala, membersihkannya dari kotoran atau debu, mengganti yang aus atau rusak, dan menghindari akselerasi atau rem yang keras. Dengan begitu, kita dapat menikmati berkendara dengan motor matic yang lancar, irit, dan nyaman.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang CVT Vario 125:

Q: Berapa ukuran roller dan torque spring yang sesuai untuk Vario 125?

A: Ukuran roller yang sesuai untuk Vario 125 adalah 16 x 13 mm, dengan berat 8,5 gram. Ukuran torque spring yang sesuai untuk Vario 125 adalah 1.000 rpm, dengan diameter 125 mm.

Q: Berapa lama interval pergantian v-belt Vario 125?

A: Interval pergantian v-belt Vario 125 adalah setiap 24.000 km atau 2 tahun, tergantung mana yang lebih dulu. Namun, jika v-belt mengalami keausan, sobek, atau retak sebelum interval tersebut, segera ganti dengan yang baru.
idokeren
idokeren Menyukai dunia Otomotif, Bloger, Informasi yang bermanfaat dan terimakasih sudah mampir di blog ini

Post a Comment for "Nama Komponen CVT Vario 125 Ini Detail Lengkapnya "