Widget HTML Atas

Komponen Rem Cakram Sepeda Motor Dan Fungsinya

idokeren.com - Sobat keren berbicara tentang rem cakram sebagai salah satu persyaratan keamanan dalam berkendara yang paling utama, Tau kah sobat keren apa saja komponen rem cakram yang terdapat pada sepeda motor dan cara kerjanya, Rem merupakan fungsi utama dari kendaraan untuk mengurangi laju kendaraan saat berjalan sampai sobat bisa berhenti dengan selamat .

Pengertian rem cakram sepeda motor adalah komponen yang menghentikan laju  kendraan bermotor dengan cara kampas menjepit sebuah piringan cakram yang berputar sehingga kecepatan kendaraan dapat terkurangi secara perlahan

Bayangkan jika sebuah kendaraan motor tidak ada sistem rem nya sob kira kira ente dikasih ijin gak ma ortu buat mengendarai motor gak bakal kan yang anda nanti sobat mampir kerumah sakit karena kecelakaan atau langsung ente dapat tiket VVIP ke surga ( :V ).

Rem cakram sendiri pada sepeda motor merupakan sistem pengembangan dari sistem sebelumnya yaitu pengereman dengan menggunakan teromol, Pada sepeda motor biasanya yang dipakai dua sistem pengereman yaitu rem cakram pada roda depan dan rem teromol pada roda belakang.

Baca Juga : Penyebab Rem Tromol Belakang Motor Mengunci Macet ini Solusinya

Tetapi sekarang ini pada merek merek sepeda motor menengah keatas seperti PCX, N-Max sudah menggunakan sistem pengereman menggunakan cakram pada roda depan dan belakang. Alasanya simpel harga dan image menjadi hal penting dalam hal ini.

Nah kita kembali lagi ke pembahan awal ya sob.

Cara Kerja Rem Cakram Motor

Cara kerja dari rem cakram sendiri sebenarnya simpel banget sob dengan hukum hidrolik dimana hukum ini berbunyi tekanan yang di berikan kepada fluid dalam ruang tertutup  akan diteruskan sama rata dan besar ke segala arah.

Ketika tuas rem ditarik piston pada master rem akan menekan fluid / minyak rem dimana tekanan ini akan menekan cairam minyak rem agar mendorong piston didalam brake caliper / pala babi, kemudian piston caliper menekan kampas rem dan menjepit piringan cakram yang sedang berputar 

Akibat jepitan kampas rem terhadap piringan cakram mengakibatkan gesekan antara kampas dengan disk brake, Gesekan tersebut akan mengurangi laju putaran piringan cakram yang berputar. Yang jika di lakukan terus menerus dapat menyebabkan sepeda motor  berhenti.

Nama Komponen Rem Cakram Sepeda Motor

1. Cakram / Disk Brake 
Disk brake merupakan sebuah piringan bulat sebagai media yang di jepit oleh kampas rem agar putaranya dapat terkurangi sewaktu berkendara sampai sepeda motor berhenti, Besinya terbuat dari baja dan tahan panas menurut fungsinya cakram terbagi menjadi dua yaitu :

Disk Brake Solid Disk  jenis ini biasanya sering di jumpai pada kendaraan roda empat yaitu mobil karena bentuk  fisiknya tidak memiliki banyak lubang karena memang diitujukan agar pencengkraman kampas rem dapat lebih baik dan kuat. Bahanya juga lebih tahan panas dan kuat

Disk Brake Solid Disk
Disk Brake Solid Disk
Ventilated Disk pada umunya sering sobat lihat di sepeda motor piringan cakram yang memiliki banyak lubang di bagian lingkaran cakram, Lubang ini ini berfungsi agar panas yang di hasilkan dari gesekan kampas rem yang menjepit piringan cakram dapat cepat hilang dan piringan  cakram lebih cepat dingin.

Ventilated Disk
Ventilated Disk
2. Master Rem / Disk Brake Oil Reservoir  . 
Master kaliper adalah tempat penampungan minyak rem posisinya ada di rem depan sebelah kanan  namun jika rem belakang menggunakan cakram juga biasanya reservoirnya ada di bawah dekat foot step.  jika sobat lihat bagian belakang ada di dekat roda sebelah kanan.

Fungsi dari master rem adalah untuk menyimpan minyak rem tambahan.

Tujuannya ketika kampas rem depan sudah mulai menipis maka piston akan terdorong keluar kemudian minyak  akan turun jika tidak ada minyak di penampungan maka seal piston master rem tidak akan bisa bekerja  karena seal piston atas  master rem  tidak bisa mendorong karena tidak adanya  minyak  rem  itulah fungsinya dari tempat penampungan minyak rem.

Agar minyak rem selalu tersedia dan minyak tidak bisa habis, Jika habis maka berarti ada kebocroran pada sistem rem.

3. Kampas Rem 
Komponen utama sistem pengereman adalah kampas rem cakram dimana fungsi kampas rem cakram adalah untuk menjepit disc cakram atau piringan cakram sehingga kecepatan putaran piringan cakram dapat berkurang dan secara perlahan-lahan dapat berhenti

Bahan dasar dasar rem  cakram dulu yang dipergunakan adalah asbes  setelah pemerintah mengeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa bahan asbes berbahaya untuk kesehatan manusia maka secara perlahan pabrikan pun merubah bahan kampas cakram dengan bahan yang lebih ramah lingkungan dan manusia yaitu bahan-bahan organik, bahan organik bisa berasal dari kulit jagung dan lain-lain

Baca Juga : Efek Menggunakan Kampas Non Asbestos

4. Brake Caliper 
Brake Caliper disebut dengan pala babi dimana sistem kaliper ini adalah dengan menggunakan sistem hidrolik mengubah tekanan hidrolik dari tuas handle rem yang ditarik saat melakukan pengereman  menjadi sebuah tekanan terhadap kampas rem  dari tekanan hidrolik inilah kampas rem akan menekan piringan cakram sampai piringan itu bisa terkurangi kecepatannya.

Berdasarkan cara kerjanya brake caliper ini terbagi menjadi dua jenis Fixed Caliper dan Floating Caliper

Fixed Caliper mempunyai dua buah piston yang akan menjepit piringan cakram dari arah yang berlawanan

Fixed Caliper
Fixed Caliper
Jika sobat melihat gambar diatas maka akan terlihat bahwa piringan cakram akan di jepit dari dua sisi yang berbeda. Itulah yang dinamakan cara kerja Fixed Caliper

Floating Caliper  adalah jenis caliper yang mempunyai piston pada satu sisinya sehingga brake caliper dapat bergerak kekanan dan kiri dengan bebas karena  piston yang menekan hanya dari  salah satu sisi

Floating Caliper
Floating Caliper 


4. Piston Brake Caliper 
Brake caliper atau pala babi didalamnya  terdapat namanya piston cara kerjanya hampir sama dengan piston pada mesin hanyapada brake caliper cara kerjanya berdasarkan tekanan hidrolik. piston ini berfungsi untuk mendorong kampas agar menekan disc brake atau piringan cakram

Piston Brake Caliper


5. Seal Piston
Selain piston di dalam brake kaliper ada juga namanya Seal Piston ini adalah pasangan dari piston di dalam brake caliper  berfungsi untuk mencegah kebocoran minyak rem. bahannya terbuat dari karet seal piston  tahan terhadap minyak dan suhu panas dan tidak akan melar karena karet pada umumnya jika terkena minyak akan Getas atau melar tetapi untuk Seal piston ini dibuat khusus agar tidak melar ketika terendam dalam minyak rem

Seal Piston
Seal Piston

6. Niple Bleed
Niple bleed adalah saluran pembuangan berfungsi saat sobat ingin membuang / menguras minyak, dan Niple Bleed juga digunakan saat akan membuang angin yang masuk pada sistem rem.

Niple Bleed / Saluran pembuangan minyak rem


Baca Juga : Cara Membuang Angin Pada Caliper Rem / Master rem Depan Supra X 125

6. Selang Rem 
Selang minyak rem bukan sembarangan selang rem, Selang ini harus mampu menahan daya tekanan tinggi dari system hidrolik minyak rem dan juga harus tetap lentur mengikuti pergerakan dari suspensi depan sepeda motor. tentunya bahan material harus berkualitas bagus karena faktor keselamatan sebagai taruhanya.


Selang Rem Sepeda Motor
Selang Rem Sepeda Motor

7. Caliper Bracket 
Caliper brakcket merupakan merupakan tempat berpegang nya brake caliper dengan pipa shock depan, dengan menggunakan barcket ini pala babi tidak akan bergoyang atau lari dari tempatnya, kalaupun bergerak hanya sesuai pada rel caliper Bracket yang memang sduah di sesuiakan dengan fungsinya


Caliper Bracket

Caliper Bracket

Kelebihan Dan Kekurangan Rem Cakram

Sobat keren banyak kekurangan dan kelebihan dalam menggunakan sistem  rem cakram salah satunya adalah

Kelebihan Rem Cakram
Rem cakram tidak berisik dikarenakan rem cakram langsung bersinggungan  udara, suhu komponen saat bekerja relatif tidak terlalu panas , dan kekuatan pengereman dapat mencapai 100% karena semua bidang datar kampas rem depan langsung bersentuhan dengan disk pad / piringan cakram saat menjepitnya.

Berbeda dengan sistem  rem teromol yang bekerja dalam ruang tertutup, Bidang kampas pengereman tidak selalu bergesekan 100%  karena bentuk kampas yang oval dan bentuk kondisi teromol yang bulat.

Apalagi perubahan yagn dapat terjadi yagn di sebabkan gesekan antara kampas dengan bidang teromol, lama kelamaan kampas yang terus bergesakan  akan berubah bentuk karena habis saat bergesakan dan ini yang menyebabkan bidang sentuhan antara kampas dengan teromol tidak full.

Baca Juga : Tidak Hanya Ditambah, Minyak Rem Juga Perlu Dikuras

Kekurangan  
Karen posisinya di ruang terbuka kotoran sering mampir dan lama kelamaan kotoran yang menempel seperti pasir atau tanah akan ikut bergesakan dengan piringan cakram yang menyebabkan priringan akan cepat tergerus dan legok. Makanya jika di musim hujan kampas rem cakram akan cepat habis dikarenakna kotoran pasir dan tanah ikut dalam pergesakan kampas dengan piringan cakram.

Ok sobat sepertinya cukup kali ini pembahasan kita tentang rem cakram dan komponenya hal ini penting untuk di ketahui agar saat dalam pembelajaran atau pengerjaan perbaikan kampas sobat menjadi lebih cepat dan efisien dalam pengerjaan karena mengetahui fungsi dari setiap komponen cakram -  idokeren.com
idokeren
idokeren Menyukai dunia Otomotif, Bloger, Informasi yang bermanfaat dan terimakasih sudah mampir di blog ini