Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kurangi Donasi Kerusakan Jalan, Isuzu Hadirkan Produk Baru

Kendaraan komersial yang biasa mengangkut beban yang sangat berat mempunyai andil besar dalam kerusakan jalan di Indonesia. Berdasarkan data dari Dirjen Perhubungan Darat biaya perbaikan jalan akhir truk overload mencapai angka Rp 43 triliun pada tahun 2017. Menurut hukum pemerintah, kendaraan medium truck 2 axle mempunyai maksimal GVW seberat 16 ton dan medium truck 3 axle maksimal GVW 26 ton. Akan tetapi faktanya pengguna truk sering melebihi kapasitas tersebut sampai 22 ton sampai 46 ton untuk truk 6x2.

Kurangi Donasi Kerusakan Jalan, Isuzu Hadirkan Produk Baru


"Kalau dibilang penyumbang terbesar (merusak jalanan-Red) niscaya dari truk, rasanya semua merk di Indonesia ini berkontribusi," ujar GM Marketing Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril dikala meluncurkan New Isuzu GIGA Tractor Head  di daerah Senayan, Jakarta Selatan.

Meskipun demikian Asril mengungkapkan overload tersebut kembali lagi kepada konsumen yang memang mengubah atau memodifikasi truk sesuai kebutuhan bisnis. Kembali lagi, namanya overload itu yakni keputusan pembeli waktu itu. Tentu ada produk yang digunakan customer dengan penambahan dimensi dan beban yg tidak sesuai," katanya.

Dengan tantangan tersebut, Isuzu mengeluarkan New Isuzu GIGA Tractor Head untuk memenuhi regulasi dan kebutuhan pelanggan mereka sekaligus. "Traktor head ini salah satu upaya untuk tetap dapat angkut beban berat. Tapi secara regulasi masuk, pembagian beban ke jalan juga rata," terperinci Asril.

New Isuzu GIGA Tractor Head mempunyai 4 varian yang menenuhi regulasi euro 4 pada tahun 2021 mendatang untuk kendaraan diesel. 4 varian tersebut di antaranya Isuzu GIGA GXZ 60 K ABS, Isuzu GIGA GVZ 34 K HP ABS, Isuzu GIGA GVR 35 J HP ABS, dan Isuzu GIGA FVR 34 P TH.

Menghadirkan truk bergaya traktor head juga mengikuti tren pasar yang mulai bergeser dari truk rigid. "Pasarnya traktor head juga mukai pelan-pelan naik alasannya yakni pemakai truk rigid mulai beralih ke traktor head alasannya yakni tetap dapat angkut beban berat," pungkas Asril