Penjualan Kendaraan Beroda Empat Belum Terpengaruh Dp 0%

Foto: Auto2000Foto: Auto2000

Jakarta - Kebijakan DP 0 persen yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepertinya belum berdampak pada penjualan kendaraan roda empat. Sebab, tak semua calon pembeli bisa menikmati peraturan Nomor 35/POJK.05/2018 perihal Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan tersebut.

Chief Executive Auto2000 Martogi Siahaan memberikan bahwa biasanya orang yang ingin beli kendaraan beroda empat sudah menyiapkan cukup dana untuk membayar down payment (DP) atau uang muka.

"Ada saja konsumen yang pakai DP 0%, tapi customer kini juga biasanya saat ingin beli kendaraan beroda empat ia sudah menyiapkan uang untuk bayar uang muka," katanya di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (14/2/2019).



Jadi disimpulkan bahwa adanya DP 0% belum kuat banyak terhadap penjualan kendaraan khususnya di Auto2000 sebagai diler resmi kendaraan beroda empat Toyota itu.

"Ini kan hukum gres dari OJK, tapi dibatasi dan tergantung pada financial company-nya. Kan dilihat juga tuh bagaimana kemampuan calon konsumen dalam mengambil sketsa kredit. Sehingga tidak semua sanggup kesempatan itu," ujar Martogi.



Sebelumnya diketahui, pada awal tahun 2019 OJK memberlakukan hukum di mana kendaraan bermotor sudah bisa dibeli tanpa mengeluarkan uang muka. Berbagai produsen otomotif pun menyambutnya dengan baik asalkan pihak pembiayaan terus memperhatikan calon konsumen. Sebab, kebijakan tersebut bisa saja menciptakan kredit macet bertambah.

Di satu sisi, aneka macam produsen otomotif memprediksi akan ada kenaikan penjualan. Seperti dikatakan Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy saat dihubungi detikOto beberapa waktu lalu.

"2019 itu kan semua melihat maker melihat posisinya nggak bagus, terus data juga nggak bagus, bagusnya 2020. Makara ngeluarin ini suntikan insentif harapannya sama lah dengan tahun kemudian 1,150 juta unit bisa terjual," katanya.

"Harapannya tentu bisa membantu pasar otomotif. Namun tentu saja perlu dilihat dari sisi forum keuangan, bagaimana menyikapi dan melakukan agenda ini," tutup Anton.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel