Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

2 Jenis Rem pada Sepeda Motor

Idokeren.com – hai sobat idokeren semua… semoga kalian dalam keadaan sehat selalu. Kali ini kita akan membahas salah satu komponen yang sangat penting pada sepeda motor. Yups sangat penting, karena fungsi untuk memperlambat gerakan motor ketika melaju sangat cepat.

Kalian pasti sudah dapat menebak apa itu bukan?. Ya betul sekali, kali ini kita membahas tentang jenis – jenis rem pada sepeda motor. 

2 Jenis Rem pada Sepeda Motor
image : masbengkel.com

Jenis Rem pada Sepeda Motor

Secara garis besar rem pada sepeda motor dapat dibedakan dalam dua kategori yaitu :

1. Rem berdasarkan prinsip kerja.
2. Rem berdasarkan mekanisme pergerakan.

Tanpa berlama – lama lagi, mari kita simak pembahasan berikut.

Rem berdasarkan Mekanisme Pergerakan

Rem dengan kategori berdasarkan mekanisme pergerakan di bedakan dalam dua jenis yaitu : rem hidrolik dan rem mekanik. Sahabat idokeren pasti pernah mendengar istilah – istilah ini, tetapi untuk lebih memperjelas lagi kita akan membahasnya lebih lanjut.

Rem Hidrolik

Pertama - tama kita akan membahas rem hidrolik. Rem hidrolik merupakan rem yang menggunakan sistem didrolik. Dan sistem hidrolik sendiri adalah suatu bentuk pemindahan daya dengan menggunakan media penghantar berupa fluida (minyak) cair. Hal tersebut dilakukan untuk memperoleh daya yang lebih besar dari daya awal yang telah dikeluarkan.

Karena tidak menggunakan kabel kawat, tetapi menggunakan fluida atau minyak, kekuatan pengereman bisa diteruskan lebih maksimal, mengakibatkan rem menjadi lebih kuat.

Kelebihan lain dari rem hidrolik ini ada pada perpindahan tenaga yang efektif. Karena fluida (minyak) dapat memindahkan tenaga tanpa adanya kehilangan tenaga sedikitpun (kecuali jika bocor). Sehingga meskipun kita hanya menekan tuas rem setengah, rem akan aktif.


Rem Mekanik

Jenis ke dua dari jenis rem berdasarkan mekanisme pergerakan adalah rem mekanik. Walaupun jenis rem ini merupakan jenis rem konvesional, namun masih banyak di gunakan oleh produsen motor masa kini pada motor produksi mereka untuk digunakan pada rem belakang.

Cara kerja dari rem mekanik-pun sangatlah sederhana, yaitu ketika pedal rem ditarik (di injak) maka kawat rem akan menarik penggerak rem yang kemudian membuat sepatu rem terbuka.

Contohnya saja pada motor matic yang mana rem belakang masih dapat digerakan menggunakan kawat.

Penggerak mekanik memang masih mampu digunakan, namun masih kalah cepat responnya di bandingkan dengan penggerak hidrolik, karena ada sedikit kerugian pada tenaga tipe mekanik, yang mana berarti tenaga akhir yang samppai pada akulator rem dapat lebih kecil di bandingkan dengan tenaga awal yang di berikan untuk menekan tuas rem.

Rem berdasarkan Prinsip Kerja

Sama hal nya dengan rem berdasarkan mekanisme pergerakan, rem berdasarkan prinsip kerja pun di bedakan menjadi dua janis yaitu : rem tromol dan rem cakram. Tanpa basa basi lagi mari kita bahas.

Rem Tromol

Rem Tromol


Rem tromol termasuk dalam jenis rem konvesional yang banyak dipakai pada motor – motor keluaran lama. Namun, rem tromol masih banyak dipakai pada sepeda motor keluaran terkinni untuk digunakan pada rem belakang.

Cara kerja dari rem tromol sagat sederhana dan mudah, berikut penjelasannya.

Pada saat kabel atau batang penghubung dalam keadaan tidak ditarik, Tromol rem berputar dengan bebas mengikuti arah putaran roda, karena sepatu rem dengan tromol tidak saling kontak.

Tetapi saat kabel rem atau batang penghubung ditarik, lengan rem (tuas rem) memutar cam atau nok pada sepatu rem sehingga mengakibatkan sepatu rem menjadi mengembang dan membesar sehingga kanvas rem (pirodo) nya bergesekan dengan tromol.

Akibat dari hal tersebut, perputaran dari tromol dapat dihentikan, dan mengakibatkan putaran roda tertahan dan akhirnya berhenti.

Kelebihan rem tromol
1. Sistem Rem yang mudah dan harganya yang murah
2. Kinerja pengerman yang Lembut
3. Mampu menahan beban Besar

Kekurangan rem tromol 
1. Rem tidak terlalu pakem
2. Pergantian Kampas reltif lebih lama dan rumit
3. Tidak enak dipandang

Rem Cakram

Dari bentuknya saja kita dapat mengenali jenis rem ini. ini lah jenis rem yang saat ini di pakai pada motor – motor keluaran terbaru terutama pada rem bagian depan. Untuk sepeda motor denan kapasitas mesin 150cc ata lebih, baik rem depan maupun belakang sudah menggunakan sistem rem cakram.

Cara kerja rem cakram yaitu dengan menggunakan sebuah piringan yang dijepit oleh dua buah kampas rem untuk melakukan pengereman. Artinya, terdapat sebuah piringan yang disebut disc brake (cakram) yang terhubung ke velg roda kemudian diapit oleh dua buah kampas rem.

Kelebihan rem cakram
1. Cepat menghentikan Laju/Pakem
2. Lebih Stabil dan Konsisten
3. Good Looking

Kekurangan rem cakram
1. Riskan Kerusakan dan Mudah terkena kotoran
2. Kinerja Pengereman Kasar
3. Risiko Rem Mengancing

Sekian pembahsan kita mengenai jenis – jenis rem pada sepeda motor, mohon maaf jika ada salah penulisan maupun pengertian anda juga dapat membaca di masbengkel.com , semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda,  dan sampai jumpa pada pembahasan seru selanjutnya.

Writer :  Riski Rahmat H
idokeren
idokeren Menyukai dunia Otomotif, Bloger, Informasi yang bermanfaat dan terimakasih sudah mampir di blog ini