Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional (menggunakan platina)

Idokeren.com - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas cara kerja sistem pengapian konvensional pada kendaraan dengan mesin bensin. Pengapian yang akan kita bahas adalah pengapian khusus kendaran yang menggunakan platina. Tetapi sebelum melanjutkan pembahasan lebih lanjut, ada baiknya kita mengetahui apa itu sistem pengapian pada sepeda motor dan apa itu platina pada sepeda motor. 

Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensiaonal (menggunakan platina)
Image by : gridoto.com

Sistem pengapian pada sepeda motor adalah sistem pada mesin yang memiliki fungsi menghasilkan percikan bunga api didalam ruang bakar (cylinder). Sistem ini sangat diperlukan agar dapat menghasilkan pembakaran setelah proses kompresi di ruang bakar. Dengan begitu motor akan mendapat dorongan sehingga dapat melaju. 

Cara Kerja Sistem Pengapian Platina

Platina merupakan sebuah komponen pada sistem pengapian sepeda motor yang memiliki fungsi yaitu untuk memutuskan dan menghubungkan tegangan dari baterai atau aki ke dalam kumparan primer pada koil.

Platina ibarat seperti sakelar yang jika terhubung maka listrik akan mengalir ke dalam kumparan primer pada koil, dan jika terputus maka suplai listrik ke dalam kumparan primer akan terputus dan akan mengakibatkan terjadinya induksi diri.

setelah mengetahui apa itu sistem pengapian serta apa itu platina, kita akan membahas macam – macam sistem pengapian konvesional pada sepeda motor yang menggunakan platina.

1. Pengapian Konvensional DC (dirrect current)

2. Pengapian Konvensional AC (alternating current)

Sistem Pengapian Konvensional DC (dirrect current)

Sistem pengapian konvensional DC adalah sistem pengapian pada sepeda motor yang menggunakan platina dan sumber tegangan dari baterai. Supaya lebih jelas, mari kita perhatikan gambar berikut ini.

Image By : totalotomotif .com


Tegangan baterai sebesar 12V ditransformasikan menjadi tegangan yang tinggi 5000 sampai dengan 25 KV dan kemudian di alirkan menuju busi.

Cara kerja sistem pengapian konvensioanl DC (dirrect current)

Arus yang berasal dari baterai, masuk melewati kunci kontak mengalir melalui kumparan L1 koil pengapian dan kemudian mengalir ke kontak pemutus menuju masa pada saat Kam tidak menekan.

Kemudian pada Kontak pemutus, terbentuk medan magnet pada L1. Pada saat kontak pemutus mulai terbuka karena Kam yang mendorong kontak pemutus.

maka arus yang melalui L1 akan hilang secara mendadak, kemagnetan hilang mendadak serta kemagnetan memotong kumparan. Pada Sekunder koil L2, terjadi tegangan tinggi pada ujung kumparan L2 yang terhubung langsung dengan busi sepeda motor, maka akibat dari itu melompatlah tegangan tersebut berupa bunga api.

Sifat-sifat Sistem Pengapian Konvensional DC

1. Daya pengapian akan baik pada putaran yang rendah (bila tegangan baterai cukup).
2. waktu pangapian ditentukan oleh putaran mesin.
3. waktu pengapian dapat diatur secara mekanis menggunakan kontak pemutus atau secara elektronis. 


Sistem Pengapian Konvensional AC (alternating current)

Sumber tegangan didapat dari alternator yaitu : kumparan pembangkit dan magnet, sehingga arus yang digunakan merupakan arus bolak-balik (AC – alternating current)

Sistem Pengapian Konvensional AC (alternating current)

Penjelasan gambar: 

a. Bagan dari Sistem pengapian magnet dengan kontak pemutus.
b. Konstruksi sistem dari pengapian magnet

Cara Kerja Sistem Pengapian Magnet

Bila magnet berputar maka Kam akan berputar karena konstruksi kam menyatu ditengah atau satu poros dengan magnet. Maka dibangkitkan tegangan dan arus bolak balik (ac) menuju kumparan primer koil pengapian.

akan tetapi jika kontak pemutus dalam posisi tertutup maka arus-nya hanya akan dibuang melalui kontak pemutus ke massa > Tidak terbentuk medan magnet pada kumparan primer koil.

Pada saat kontak pemutus akan mulai terbuka, tegangan yang di bangkitkan tidak lagi di alirkan menuju massa, maka pada saat itulah terjadi pengaliran mendadak kekumparan primer koil dan terjadilah tegangan tinggi pada kumparan sekunder.

Sifat-sifat Sistem Pengapian Magnet

1. Sumber tegangan dari generator, sehingga motor dapat hidup tanpa baterai.
2. Daya pengapian baik pada putaran tinggi.
3. Putaran start harus lebih tinggi dari 200 rpm
4. Sering digunakan pada motor kecil seperti sepeda motor dengan isi silinder kecil.

Sistem pengapian konvensional AC maupun DC pada sepeda motor yang menggunakan platina ini banyak digunakan sebelum teknologi CDI (Capasitor Discharge Ignition) digunakan pada sepeda motor.

Sekian pembahasan kita mengenai cara kerja dari sistem pengapian konvensional baik AC maupun DC, mohon maaf jika ada salah pengertian maupun penulisan, anda dapat melihat lebih lengkap ulasan ini di totalotomotif.com semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. - idokeren.com

Writer : Riski Rahmat H
idokeren
idokeren Menyukai dunia Otomotif, Bloger, Informasi yang bermanfaat dan terimakasih sudah mampir di blog ini