Ada Versi 1.5 L, Daihatsu Pastikan Xenia 1.3 L Masih Jadi Andalan

Daihatsu Xenia Foto: Ari SaputraDaihatsu Xenia Foto: Ari Saputra

Sibolga - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memastikan bahwa Xenia bermesin 1.300 cc masih jadi andalan dan tidak akan disuntik mati walau versi mesin besarnya (1.500 cc) sudah dihadirkan. Nasibnya tidak akan sama ibarat Xenia 1.0 L.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra ketika berbincang bersama beberapa wartawan ketika test drive Grand New Xenia di Sibolga, Sumatera Utara.



"Dari dulu aku bilang, market Xenia bermesin 1.500 cc itu berbeda dengan kompetitor, Xpander. Fokusan kita tetap pada mesin 1.300cc," ujarnya.

"Sewaktu itu (Xenia 1.0 L) kan hilang lantaran ada Sigra. Supaya tidak timpang tindih, ya kita fokuskan Sigra ke sana. Ini bab dari taktik produk," lanjut Amelia.

Lagipula, kata ia lagi, Xenia bermesin 1.500 cc hanya diproduksi 10 persen dari total produksi Grand New Xenia yang ditargetkan 3.000 unit sebulan.

"Awalnya kan 1.5 L itu kita perkenalkan untuk konsumen yang ingin naik kelas dari mesin 1.300 cc. Berdasarkan riset internal kita, beberapa pecinta Xenia ada yang ingin naik kelas dan mereka galau mau ganti kendaraan beroda empat apa. Oleh lantaran itu kita hadirkan Xenia 1.5 ini," kata Amelia.

Pada kesempatan serupa, Regional Manager Sumatera PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Budhy Lau di Sibolga juga menyampaikan di kawasannya, Xenia 1.5 L hanya dipersembahkan untuk loyalis Xenia.



"Di Sumatera sendiri, tidak terlalu besar 1.5 lantaran supply-nya kan tidak besar. Produksinya hanya 10 persen sedangkan 1.3 itu 90 persen. Karena Xenia bermesin 1.500 cc itu ya betul-betul yang loyalis Xenia. Senang modelnya, value for money-nya, yah pokoknya ia mau Xenia. Sedangkan ingin upgrade dengan mesin yang lebih tinggi," katanya.

"Dengan ada Xenia 1.5, niscaya naik penjualannya dibanding tahun lalu. Karena kan dari yang tidak ada, menjadi ada dan otomatis akan terisi. Tapi aku tak dapat katakan prediksinya berapa persen untuk kenaikan itu sendiri," tutup Budhy.

Artikel Menarik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel