Deretan Kendaraan Beroda Empat Ahmad Dhani

Ahmad Dhani dinyatakan bersalah lantaran terbukti melaksanakan ujian kebencian terkait SARA. Hal tersebut mengakibatkan Dhani harus mendapatkan vonis 1,5 tahun di dalam kurungan penjara.

Berita seputar penahanan Ahmad Dhani pun menjadi sorotan masyarakat. Tak ketinggalan jajaran kendaraan beroda empat yang dimilikinya.

Deretan Kendaraan Beroda Empat Ahmad Dhani


Selain Dhani, perihal terkait pemotor kembali mencuat sesudah Ketua dewan perwakilan rakyat RI Bambang Soesatyo memperlihatkan permintaan pengendara motor boleh melewati jalan tol laiknya mobil. Yuk simak selengkapnya!

1. Deretan Mobil Ahmad Dhani

Setelah dinyatakan bersalah, Ahmad Dhani eksklusif dibawa jaksa penuntut umum ke Kejari Jakarta Selatan untuk ditahan. Sempat berpose 2 jari, ia eksklusif masuk ke kendaraan beroda empat tahanan.

Penahanan Dhani menurut perintah dari Majelis hakim usai divonis 1,5 tahun penjara. Ahmad Dhani terbukti melaksanakan ujaran kebencian terkait SARA.

Tidak hanya keluarga dan kerabat saja yang akan Dhani tinggalkan. Beberapa 'mainan' beroda pun sepertinya akan nganggur di garasi. Seperti Toyota Fortuner kelir hitam yang kerap mengantarkan dirinya beberapa waktu lalu.

Di garasi pribadinya itu, Ahmad Dhani juga dikabarkan mempunyai kendaraan beroda empat keluarga lain keluaran Honda yang tak sanggup dipastikan modelnya dan Toyota Alphard.

Masih terkait kendaraan, beberapa waktu kemudian Dhani juga terlibat perkara yang kurang mengenakkan yaitu dugaan belum bayar pajak. Ada empat kendaraan beroda empat Dhani yang tercatat pajaknya mati yaitu Mitsubishi Lancer, Honda Jazz, Chrysler Neon dan Chrysler 300.

Namun tak berselang lama, Dhani memberi konfirmasi lewat media umum bahwa semua kendaraan beroda empat yang disebutkan itu sudah bukan kepunyaannya lagi. Honda Jazz miliknya misal, yang sudah usang hilang dan telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Sedangkan Mitsubishi Lancer dinyatakan telah hancur dikala bencana ukiran putranya, Dul, di tol. Terakhir, kendaraan beroda empat Chrysler atas nama Dhani yang banderolannya sampai Rp 1 miliaran juga disebut telah dijualnya jauh-jauh hari.

"Lapor pak, kendaraan beroda empat Chrysler sdh usang di jual kok di beritakan di media PAJAK nya?.ADP," cuit Dhani lewat twitternya, @AHMADDHANIPRAST.

2. Pengendara Motor Diusulkan Boleh Lewat Tol

Ketua dewan perwakilan rakyat RI Bambang Soesatyo mengusulkan kepada pemerintah RI supaya sepeda motor diberikan jalur khusus di jalan bebas hambatan atau jalan tol. Menurut laki-laki yang bersahabat Bamsoet pengendara motor juga punya hak sama dengan pengendara mobil.

"Saya mendorong semoga pemerintah juga memikirkan ruas-ruas tol lainnya dipersiapkan khusus untuk kendaraan roda dua lantaran mereka juga mempunyai hak sesama warga negara untuk menikmati hasil pembangunan," kata Bamsoet kepada wartawan di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019).

Bamsoet juga menegaskan kalau pemerintah tidak mempunyai hambatan dari segi regulasi, alasannya peraturannya sudah ada.

"Sebenarnya untuk ini tidak ada kendala, hanya cita-cita pemerintah saja bersama Menteri Perhubungan untuk mengatur adanya satu ruas (selebar) dua setengah meter, kiri kanan, khusus untuk jalur motor. Bebas, semua motor (nggak cuma moge)," lanjut Bamsoet.

Memang kalau mengacu Peraturan Pemerintah PP Nomor 44 Tahun 2009, yang merevisi Pasal 38 PP Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol, pada Pasal 1a disebutkan kalau jalan tol sanggup dilengkapi jalur khusus untuk kendaraan bermotor roda dua. Dengan catatan, jalur harus terpisah secara fisik dengan jalur kendaraan roda empat atau lebih.

"Itu contohnya sudah ada di Bali kemudian Suramadu. Bukan gratis, mereka (pemotor) juga harus bayar menyerupai di Bali. Yang penting sanggup memperlihatkan hak kepada pengendara roda dua untuk menikmati jalan bebas hambatan. Jangan hanya pemilik roda empat yang punya kenikmatan bebas hambatan. Kan uangnya sama-sama dari rakyat, pemotor juga bayar pajak. Dan pemotor pakai tol itu nanti bayar juga," pungkas Bamsoet.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel