Mana Lebih Hemat, Naik Taksi Online Atau Beli Kendaraan Beroda Empat Lcgc?

Toyota Calya. Foto: Dadan KuswaraharjaToyota Calya. Foto: Dadan Kuswaraharja

Bekasi - Dewasa ini kendaraan beroda empat murah atau yang tergolong Low Cost Green Car (LCGC) makin canggih saja. Namun dengan maraknya ojek atau taksi online, menciptakan beberapa orang khususnya anak muda galau.

Tak sedikit yang beranggapan bahwa mempunyai kendaraan beroda empat akan lebih murah bila dihitung penggunaan tahunannya. Belum lagi punya kendaraan beroda empat akan fleksibel dan praktis. Tapi banyak juga yang kontra lantaran mempertimbangkan biaya servis kendaraan beroda empat dan lainnya.

Untuk itu, detikOto mencoba membandingkan biaya dalam memakai kendaraan beroda empat LCGC dalam hal ini Toyota Calya dengan biaya yang harus dikeluarkan bila gunakan taksi online. Periode yang diambil ialah tahunan dengan hari aktif 5 hari (hari kerja).


Biaya yang akan dihitung ialah biaya pembelian mobil, servis, tol, serta materi bakar. Jadi, manakah yang lebih murah?

Biaya Pembelian Unit Mobil

Pertama kita akan membicarakan perihal harga beli kendaraan beroda empat Calya. Melihat situs resmi Toyota Astra Motor, Calya dibanderol mulai dari Rp 135 jutaan (tipe E/manual) hingga Rp 155 juta (tipe G/matik). Bagi pengguna ojek atau taksi online, tentu tak akan pusing-pusing dengan hal ini.

Namun dalam perbandingan ini, detikOto tidak akan mencantum secara detil biaya pembelian kendaraan beroda empat (cash maupun kredit). Mengingat denah pembayaran tiap individu berbeda.

Biaya Bensin

Lalu, bila kendaraan beroda empat dipakai untuk harian (5 hari dalam satu minggu), katakanlah perjalanan dari Bekasi ke kantor Trans Media di Tendean, Jakarta Selatan, pengguna kendaraan beroda empat harus keluarkan kocek hingga Rp 734.000 untuk pengisian BBM. Dalam asumsi, Calya diminumkan BBM Pertamax secara penuh secara dua kali (36 liter x 10.200 harga Pertamax).

Biaya tentu akan berkurang bila Otolovers gunanakan bensin Pertalite yang satu liternya dihargai Rp 7.650. Tapi sebagai pengguna kendaraan beroda empat yang baik, memakai bensin Pertamax merupakan saran dari pabrikan.

Maka dalam satu minggu, dengan mengabaikan biaya pembelian mobil, pengguna Calya harus mengeluarkan kocek sekitar Rp 700 ribuan. Sedangkan ongkos taksi atau ojek online dengan jarak yang sama ialah sekitar Rp 1,1 juta dimana satu kali perjalanan biayanya Rp 110 ribu.

Bagaimana bila dihitung tahunan? Pengeluaran yang harus disiapkan pengguna kendaraan beroda empat langsung menjadi sekitar Rp 33.600.000. Sedangkan pengguna taksi atau ojek online biayanya berkisar di Rp 52.800.000. Diasumsikan, tiap bulan mempunyai 4 minggu.

Rata-rata, pemilik mengganti unit kendaraan beroda empat tiap lima tahun. Oleh alasannya ialah itu mari kita tarik biaya pengeluaran khusus bensin pada kendaraan beroda empat langsung bila dipakai harian. Dengan perhitungan yang sama pengeluaran pengguna kendaraan beroda empat langsung sekitar Rp 168 juta sedangkan pengguna taksi atau ojek online ialah sekitar Rp 264 juta.


Biaya Servis

Salah satu beban yang harus ditanggung oleh pemilik kendaraan ialah maintenance atau perawatan. Untuk Toyota Calya sendiri, servis rutin (3 bulanan) berkisar Rp 500.000 hingga Rp 700.000. Maka dalam satu tahun, biaya servis wajib yang harus dikeluarkan ialah sekitar Rp 2 juta hingga Rp 2,8 juta.

Tiap tiga tahun atau 100.000 km sekali, kendaraan beroda empat akan dilakukan servis besar. Berdasarkan salah satu anggota Komunitas Toyota Calya Indonesia (KTCI), biaya untuk hal ini sekitar Rp 5,5 juta untuk varian matik dan Rp 6,5 juta bagi pengguna manualnya.

Maka, dengan perkiraan pemakaian 5 tahun dengan dua kali servis besar biaya servis yang harus disiapkan pengguna Toyota Calya ialah Rp 14,5 juta hingga Rp 15,1 juta untuk varian manual dan sekitar Rp 12,5 juta hingga Rp 13,1 juta bagi pengguna Calya matik.

Bagi pengguna taksi atau ojek online, hal tersebut tidak usah dipikirkan.

Biaya Parkir

Untuk yang satu ini bersama-sama terbilang relatif. Sebab ada beberapa perusahaan yang membebaskan beban parkir kepada karyawannya, tapi tak sedikit juga yang masih dikenai biaya normal.

Namun bila mengabaikan cuilan atau pembebasan beban parkir, rata-rata parkir di dalam gedung perkantoran ialah Rp 5 ribu tiap satu jam. Kita asumsikan lamanya waktu kerja ialah 8 jam. Jadi, biaya harian yang harus disiapkan pengguna kendaraan beroda empat sekitar Rp 40 ribu.

Maka, dalam satu ahad (5 hari) biayanya akan menjadi Rp 200.000. Bila ditarik garis panjang yaitu satu tahun, biaya tersebut sekitar Rp 9,6 juta (perhitungan tiap bulan mempunyai 4 minggu).

Jadi kalau memakai kendaraan beroda empat langsung sebagai angkutan sehari-hari dalam lima tahun pengguna mengeluarkan Rp 48 juta hanya untuk parkir.

Kesimpulan

Dengan menjumlahkan biaya tersebut sanggup disimpulkan bahwa dalam perhitungan mingguan, pengguna kendaraan beroda empat langsung dalam hal ini Toyota Calya, mempunyai beban yang lebih rendah dibanding pengguna ojek atau taksi online.

Mengambil sample perjalanan dari Bekasi, Jawa Barat ke kantor Trans Media di Tendean, Jakarta Selatan, pengguna kendaraan beroda empat harus mengeluarkan kocek hingga Rp 754.000 tiap ahad yang terbagi untuk biaya bensin (Pertamax) dan parkir. Sedangkan ongkos taksi atau ojek online dengan jarak yang sama ialah sekitar Rp 1,1 jutaan dimana sekali perjalanan ialah Rp 110 ribu.

Bagaimana bila dihitung tahunan? Mengasumsikan tiap bulan terdiri dari 4 minggu, biaya yang harus disiapkan pengguna kendaraan beroda empat Calya menjadi sekitar Rp 45,2 juta hingga Rp 46 juta. Lebih murah dibanding memakai taksi atau ojek online yang biayanya berkisar diangka Rp 52,8 juta.

Perhitungan biaya pengguna kendaraan beroda empat itu terdiri dari total pengisian BBM Pertamax dalam satu tahun sekitar Rp 33.600.000 dan biaya servis rutin sekitar Rp 35,6 juta hingga Rp 36,4 juta (Rp 2 juta hingga Rp 2,8 juta satu kali tiap 3 bulan). Lantas, biaya itu juga ditambah dengan beban parkir yang mencapai Rp 9,6 juta.

Menariknya, jikalau perhitungan ditambah menjadi lima tahun maka memakai ojek atau taksi online lebih murah dibanding memakai kendaraan beroda empat pribadi. Sebab beban pemilik kendaraan beroda empat bertambah dengan adanya servis besar.

Berdasarkan pemaparan salah satu anggota KTCI, biaya servis tiap 3 tahun atau 100.000 km ialah sekitar Rp 5,5 juta untuk Calya varian matik dan Rp 6,5 juta untuk varian manualnya.

Mari kita asumsikan bahwa saat kendaraan beroda empat sudah dipakai dalam jangka 5 tahun, pengguna harus melaksanakan dua kali servis besar. Oleh alasannya ialah itu, biaya total yang dikeluarkan akan menjadi sekitar Rp 333,8 juta hingga Rp 336,2 juta untuk pengguna Calya matik dan Rp 335,8 juta hingga Rp 338,2 juta untuk Calya manual.

Sedangkan pengguna taksi atau ojek online hanya harus menyiapkan kocek sekitar Rp 264 juta.

Perbandingan harga tersebut tentu sanggup berubah seiring kebutuhan pengguna mobil. Sebab, detikOto mengabaikan biaya perawatan fisik kendaraan menyerupai membayar jasa basuh mobil, penghilangan jamur, pengisian angin, poles mobil, pajak, dan lain sebagainya.

detikOto juga tidak memasukkan perhitungan pembelian kendaraan beroda empat mengingat tiap individu mengambil denah yang berbeda (cash atau kredit).

Nah, Otolovers pilih mana?


Tonton juga video 'Perang Mobil Murah Diprediksi Masih Terjadi di 2019':

[Gambas:Video 20detik]



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel